BBM dan beras picu inflasi tinggi, nelayan paling terdampak
Dendi, Universitas Pamulang
Kenaikan inflasi akan berlanjut karena dampak kenaikan harga bbm masih akan berimbas ke sector-sektor lain, termasuk pangan dan pangan olahan. Disisi lain kenaikan harga bbm dan beras mulai menggerus daya beli nelayan
Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM dan beras memicu inflasi tinggi pada September 2022 nelayan menjadi kelompok paling rentan yang paling terimbas kenaikan harga komoditas energi pangan itu.
Beberapa masyarakat banyak mengeluhkan sebuah kenaikan bbm yang secara mendadak serta dengan naiknya pula bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari sehingga terkadang membuat sulit nelayan dalam berlayar ke laut lepas untuk mencari tambang ikan yg berlimpah karna factor bahan bakar solar pun menjadi sebuah tolak ukur jauh dekatnya dalam berlayar.
Betapa sulitnya kita hidup di negara yang kaya akan rempah-rempah namun mengemis karna ditempa sebuah keputusan yg tidak menyesuaikan kehidupan sekitar para nelayan, begitupun terkadang berlayar pun tergantung pada cuaca yang terkondisikan saat itu karna bisa saja jika badai tiba para nelyana pun membatalkan niatnya berlayar padahal segala persiapan sudah matang tapi mau dikatakan ap ajika cuaca tak mendukung. Mirisnya mereka tidak bisa yang Namanya menutupi kebutuhan pada saat cuaca tidak mendukung untuk berlayar mencari ikan, diposisi sinilah seharusnya pemerintah melihat keputusan apa yang perlu dilakukan jika hal seperti itu terjadi.
Seharusnya pemerintah Bukan hanya memikirkan data-data survei namun perlu Kembali peninjauan lebih krisis dilapangan mengenai kebenran tersebut. mengapa menaikkan harga bbm yg sangat tinggi yang dapat menyebabkan bahan pangan pokok seperti beras, minyak, bumbu-bumbu masak sangatlah mahal bagi kaum para nelayan jika lau mereka sedang tidak berlayar ke laut lepas.
https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2022/10/03/bbm-dan-beras-picu-inflasi-tinggi-nelayan-paling-terdampak