BERITA TERBARU – Tim satgas khusus yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang beranggotakan sejumlah personil dari BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Ti…

seen from Türkiye

seen from Poland
seen from Japan
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Austria
seen from Japan
seen from United States

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from China

seen from Angola
seen from United States
BERITA TERBARU – Tim satgas khusus yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang beranggotakan sejumlah personil dari BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Ti…
BERITA TERPERCAYA – Operasi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, yang dimulai sejak masih belum membuahkan hasil. Evakuasi buaya Sungai Palu ini melibatkan petuga…
Setahun Berlalu, Buaya di Palu Masih Berkalung Ban Motor
Setahun Berlalu, Buaya di Palu Masih Berkalung Ban Motor
[ad_1]
Buaya terjerat ban (Foto: Antara/Mohamad Hamzah)
Setahun berlalu, buaya liar di Palu ini masih saja berkalung ban bekas motor, sampah yang dibuang sembarangan. Buaya ini terlihat pertama kali pada 20 September 2016.
Setelah kemunculannya yang perdana, buaya itu pergi, lalu terlihat lagi beberapa kali, dengan ban yang masih mengalungi lehernya.
Antara melansir, terbaru buaya itu kembali…
View On WordPress
Syetan Berkalung Surban
Dalam kitab Sahih al-Bukhari, ada kisah menarik. Sahabat Abu Hurairah ditugasi Nabi SAW untuk menjaga gandum hasil zakat. Tiba-tiba, pada malam hari ada seorang lelaki berbadan kekar dengan memanggul karung mencuri gandum tersebut.
Abu Hurairah kemudian menangkapnya dan akan menghadapkannya kepada Nabi, tapi pencuri tadi memelas, dia merayu Abu Hurairah agar melepaskannya. Abu Hurairah kemudian melepaskannya dan memintanya berjanji agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Esok harinya, Abu Hurairah ditanya Nabi, “Hai Abu Hurairah, apa yang kamu lakukan terhadap orang yang kamu tangkap tadi malam?” Abu Hurairah menceritakan kejadian itu kepada beliau. Nabi kemudian berkata, “Awasilah, nanti malam dia akan datang lagi.” Benar, pada malam kedua pencuri itu datang lagi dan mencuri gandum. Abu Hurairah menangkapnya lagi dan pencuri itu kembali merayu sehingga Abu Hurairah melepaskannya. Esok harinya, Nabi menanyakan kepada Abu Hurairah seperti pertanyaan yang kemarin, Abu Hurairah juga menjawab seperti itu. Nabi kemudian berkata, “Ingatlah, nanti malam dia akan datang lagi.” Abu Hurairah mulai curiga, mengapa pencuri ini terus melakukannya. Dan, Abu Hurairah berjanji dalam hati, “Nanti malam, tidak mungkin aku lepaskan kalau dia mencuri lagi.” Benar, pada malam ketiga pencuri itu datang dan mencuri lagi. Maka, Abu Hurairah seperti janji pada dirinya akan melaporkan dan membawa pencuri itu kepada Nabi, Abu Hurairah tidak akan melepaskannya. Namun, sebelum berangkat menghadap Nabi, pencuri itu meminta kepada Abu Hurairah untuk sedikit berbicara dan Abu Hurairah mempersilakannya. “Hai Abu Hurairah, maukah kamu saya beri amalan-amalan?” begitu kata pencuri tadi kepada Abu Hurairah. Abu Hurairah langsung kaget, dalam hati ia berkata, “Ini pencuri kok mau ngasih amalan-amalan. Jangan-jangan dia seorang ustaz.” Abu Hurairah pun penasaran. Maklum, para sahabat Nabi senang dengan amalan-amalan. “Amalan apakah itu?” tanya Abu Hurairah. Pencuri tadi menjawab, “Hai Abu Hurairah, bacalah ayat Kursi sebelum kamu tidur maka Allah akan menjaga kamu malam itu dari godaan setan.” Mendengar jawaban itu, Abu Hurairah langsung melepaskannya. Dalam hati, ia berkata, “Pencuri ini benar-benar seorang ustaz.” Esok harinya, Nabi menanyakan hal itu lagi kepada Abu Hurairah dan Abu Hurairah menceritakan pencuri itu memberikan amalan. Nabi kemudian menanyakan, “Amalan apakah itu?” Abu Hurairah menjawab seperti yang dikatakan pencuri itu tadi malam. Nabi berkata, “Amalan yang dia berikan itu benar, tetapi dia itu bohong.” Nabi kemudian bertanya, “Hai Abu Hurairah, tahukan kamu siapakah yang datang tiga malam berturut-turut itu?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak tahu.” Nabi berkata, “Dia itu adalah setan.” Dari hadis ini, ada pelajaran menarik. Pertama, setan dapat menjelma menjadi manusia. Kedua, dalam rangka mengecoh dan mencari korban, setan dapat menjelma menjadi sorang ustaz ataupun ustazah dengan segala atribut dan nasihat-nasihatnya. Di sinilah, banyak orang terkecoh dengan penampilan setan. Apabila yang digoda seorang yang senang beribadah, setan tidak akan menyuruhnya bermain judi, mencuri, korupsi, dan sebagainya. Tetapi, setan menyerunya melakukan perbuatan yang lahiriahnya adalah sebuah ibadah. Ketika sebuah ibadah dilakukan tidak dalam rangka menjalankan perintah Allah dan atau rasul-Nya, apalagi dalam rangka memenuhi keinginan selera alias hawa nafsu yang dibisik oleh setan, di sinilah ibadah itu bukan untuk Allah, melainkan untuk setan. Untung, Abu Hurairah diberitahu Nabi bahwa wiridan tersebut benar, sehingga ia megamalkannya bukan karena mengikuti perintah setan, tapi mengikuti perintah Nabi. Hadis ini juga memberikan peringatan kepada kita agar hati-hati menghadapi rayuan setan karena boleh jadi setan betina tampil dengan jilbab dan busana Muslimah dan setan jantan tampil dengan berkalung serban.
Sumber
pilihlah jalan Allah dengan bebas dan ikhlas
perempuan berkalung sorban
Perempuan Berkalung Sorban
Satu lagi karya film dari Hanung Bramantyo yang bertema Islam. Kalau menurut saya film ini lebih bagus dari film bertema yg sama sebelumnya, Ayat Ayat Cinta. Akting pemain2nya yang matang dan natural, terutama si pemeran utama, Revalina S. Temat, kalo mba Widyawati siy ga usah di omongin ya...pasti bagus lah :). Casting yang ok lah overal. *notice perbedaan pertama Film yg diangakat dari sebuah novel dengan judul yg sama oleh Abidah el Khalieqy. Karena saya belum membaca novelnya jadi saya tidak punya ekspetasi berlebihan tentang filmnya. Mungkin ini juga yg membedakan PBS dengan AAC *kok disingkat jadi kaya nama partai? :) *notice perbedaan kedua Perbedaan yang ketiga adalah wardrobe film ini, lebih mendingan lah. Tapi kenapa mesti kusut dan lecek siy jilbabnya? :(. Dan sayang sekali kenapa di film ini ada adegan 2 org berbeda jenis kelamin yg berduaan di satu tempat? agak tdiak sesuai dengan temanya kalau menurut saya *gengges benjes Film ini bercerita tentang kehidupan sebuah pesantren di tahun 1980-an yang masih sangat kaku. Kaku di dalam pemikiran2 tentang Islam itu sendiri. Saya tidak akan berceloteh tentang masalah kakunya dimana, karena ga gitu ngerti :D tapi sebagai orang awam saya malah menangkap film ini ingin menyampaikan pesan bahwa, Islam menganggap wanita itu kaum yang pantas ditindas dimana pendapat2nya tidak pantas dianggap apalagi di dengar. Semoga saja tidak demikian pesan film ini. Karena Islam tidak demikian....yang saya tahu. Cerita lengkap tonton aja yah, patut kok ditonton :) Btw, Hanung disini banci tampil juga...ada dia sebagai tukang cap pos :D Oiya, Revalina....kamu keliatan lebih cantik pakai jilbab, semoga deh segera melihat kamu pakai jilbab juga di keseharian...tapi jangan dipakai karena kamu merasa cantik ya :) Cast: Revalina S. Temat Joshua Pandelaki Widyawati Oka Antara Reza Rahadian Ida Leman Sutradara : Hanung Bramantyo Penulis : Hanung Bramantyo Ginatri S. Noor