Merasa Butuh
Seberapa cepat sesuatu itu datang, kalau kita tidak siap dan belum merasa butuh biasanya Allah punya cara menggagalkan untuk menitipkannya pada kita. Jikapun akhirnya sesuautu itu dititipkan, ia seringnya datang sebagai ujian.
Hadir penuh dan sadar utuhlah dalam setiap apa-apa yang sedang kita jalani saat ini agar tenang urusan kita, agar tidak merasa khawatir untuk sesuatu yang sudah ditakar porsinya, tidak pernah tertukar dengan orang lain. Entah urusan jodoh, rezeki, impian-impian yang masih kita genggam dan belum mencapainya atau apapun yang belum pantas Allah menitipkannya.
Tidak akan pernah selesai jika hidup hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Kebahagiaan kita tidak terletak pada mulut mereka. Tapi terletak pada hati kecil yang paling tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan. Kita butuhkan ya, bukan pura-pura butuh. :)
Saya teringat perkataan seorang guru di sebuah training bahwa Ibnu Athaillah dalam kitabnya (Al Hikam) mengatakan, "Suksesnya sebuah doa adalah saat hadir perasaan hina dan butuh di hati orang yang berdoa. Bukan terkabulnya doa itu."
Maka semoga setiap ingin yang diminta, jika kita berhasil menghadirkan rasa hina dan butuh yang penuh. Semoga dengan itu Allah rida mengabulkannya. Jikapun tidak, sungguh tidak pernah sia-sia jika kita bermesra dengan-Nya melalui doa. Kabar baiknya, mungkin akan digantikan dengan yang lebih baik atau bahkan mengabulkannya saat kelak di surga. Fokuslah pada apa-apa yang menjadi kendali kita, pada apa-apa yang kita butuhkan. Berupayalah.
Pagi yang syahdu di perbatasan Cikarang-Karawang,
9 Agustus 2022 - 02.47
@tehratna










