Kebahagiaan itu sejatinya bukan menjadi tanggungjawab orang lain, melainkan bagaimana diri kita menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Benar, saya memang tidak menggunakan kata menemukan melainkan menciptakan. Rasanya jika menggunakan kata menemukan, kita cenderung mencarinya, padahal bagi saya kebahagiaan itu diciptakan oleh setiap individu yang berakal dan memiliki perasaan.
Kebahagiaan itu adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Coba bayangkan jika kita ‘merasa’ tidak bahagia, apa yang terjadi? Ahh paling parah semangat hidup akan berkurang drastis kan? Efeknya bisa kemana-mana. Maka dari itu, jangan pernah bebankan kebahagiaan kita kepada orang lain. Oh, bagaimana jika ada yang berdalih bahwa memang kebahagiaan seseorang berasal ketika melihat gebetannya ngajaknya makan bersama di tempat paling bersejarah mereka berdua sambil mengenang masa lalu, kemudian berbincang masa depan bersamanya, ditutup dengan ucapan selamat tinggal (ehh maaf bercanda, hehe)? Benar, itu bisa saja terjadi, tapi apakah pernah kita berpikir bahwa kebagaiaan atas dasar orang lain itu hanyalah sebuah kebahagiaan semu? Saya bisa bicara demikian karena tidak ada hubungan yang abadi kecuali hubungan kita kepada Tuhan. Pernikahan saja, pada akhirnya akan dipisahkan, oleh kematian. Jadi, mari kita berhenti untuk mengandalkan orang lain dengan dalih kebahagian kita.
Lalu bagaimana caranya menemukan kebahagiaan?
Jika ada yang mempertanyakan ini maka jawabannya hanya satu, sudahkah kita mengenal diri kita?
Kita bisa bicara seolah-olah tau apa yang membuat keluarga atau pacar atau gebetan atau selingkuhan kita bahagia, karena kita mengenal orangnya seperti apa. Tapi kenapa jika berkaitan dengan diri sendiri kita selalu abai?
Kesimpulan saya, jika orang lain saja kita tau bagaimana caranya membuat bahagia, seharusnya pertanyaan bagaimana membuat diri kita bahagia juga akan menjadi pertanyaan yang mudah dijawab, bukan? Dengan catatan kita memang sudah mengenal diri kita. Jika belum, coba renungkan kita ini orangnya seperti apa. Bagi sebagian orang, termasuk saya, mungkin jalan ninja yang bisa dilakukan adalah menanyakan kepada orang lain bagaimana kepribadian kita, tapi sekali lagi saya katakan, terkadang apa yang orang lain lihat adalah the best version of us dengan kecenderungan, kita memang ingin dilihat baik oleh orang lain, walaupun kepada sahabat terbaik dari orokpun sekalipun, pasti tanpa kita sadari ada bagian yang masih ingin kita jaga untuk kita simpan sendiri. Jadi, sekali lagi, hanya kamu yang harus mengenal dirimu sendiri.
Menciptakan kebahagiaan itu mudah, yang diperlukan hanya kesungguhan. Kesungguhan untuk mengenal diri kita. Kesungguhan untuk merenungkan, kita ingin apa disaat ini dan di kemudian hari. Kesungguhan untuk menerima apa yang ada dalam diri kita dan menjadikannya sumber motivasi untuk berkembang kedepannya. Kesungguhan untuk memaafkan diri kita bahwa kita memang tidak sempurna. Bahwasanya bahagia adalah tentang bersyukur terhadap apa yang terjadi dalam hidup kita.
“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a GIFT. That’s why it’s called THE PRESENT” -Master Oogway-
Surabaya, 16 Oktober 2020