Pertama kali membolak-balik buku ini, saya sedikit meremehkan. Selain karena ilustrasinya lucu, saya sedikit membandingkan buku ini dengan NKCTHI yang sempat booming itu. Pikir saya, ''Ah paling isinya macam quote-quote yang banyakan gambarnya daripada tulisan.'' . . Kali kedua ke toko buku, lagi-lagi saya bertemu buku ini. Seperti biasa, ada magnet yang menarik saya untuk mendekat. Sudah pernah saya ceritakan kan jika saya percaya ada suatu hal yang menarik ketika saya hendak membeli buku, sebuah gravitasi yang akan memberi saya jawaban. Maka saya pun membelinya. . . Saya tak membuka bungkus plastiknya sampai seminggu lalu, salah satu kawan saya curhat. Mendadak saya ingin baca buku ini. Kejutan, memang buku ini didampingi ilustrasi, namun tulisannya banyak dan membuat saya merenung berkali-kali. . . Seolleda, penulis dan ilustratornya, membuat rangkaian gambar dan kata yang menunjukkan kegagalan serta pertumbuhan psikologis manusia. Dia berbicara tentang kegagalan, patah hati, iri hati, amarah, proses menjadi dewasa, dll. Dalam satu bab, dia akan mengajak kita untuk menilik kembali siapa diri kita di balik topeng yang berlapis-lapis. Contohnya, seorang yang hobi berkata menyakiti orang lain, mungkin sedang melindungi hatinya yang rapuh, padahal dia ingin ada seseorang yang mau mengabaikan kata-kata pedasnya untuk mendekatinya. Atau cerita bagaimana hati anak kecil tetap terperangkap dalam tubuh orang dewasa akibat pengabaian dalam keluarga. Ini lebih kompleks dari sekadar buku kumpulan quote lain yang booming. Seolleda mengangkat topik yang sering menjadi akar masalah mental health manusia modern. . . Membaca buku ini adalah pengalaman luar biasa dalam pekan kali ini. Saya makin percaya jika buku adalah salah satu sumber atas jawaban yang kadang sulit kita temukan dari menanyai seseorang. Jawaban itu ada di diri kita sendiri, buku membantu untuk mencari kuncinya. . . #Seolleda #bookstagram #OneWeekOneBook #bookcomment #shortbookreview #Bookreview https://www.instagram.com/p/B0VwTXnApvo/?igshid=2b6rntdwt4ec