Tuhan...
Maafkan, entah aku harus mengeluh atau terenyuh..
Engkau telah memberikan hati yang kuat, walau kadang sakitnya tersayat..
.
Untukmu,..
Senyummu itu candu.
Bodohnya aku, terdiam berdiri—terpaku.
Terkadang, itu mematikanku.
Terkadang, kaulah penyemangatku.
.
Untukmu..
Terimakasih, telah menjadikanku separuh dari ceritamu; separuh dari hatimu.
Terimakasih, karenamu aku tahu, aku masih bisa mencintai seseorang dengan tulus.
Terimakasih, telah rela kujadikan sandaran, saat pagi sampai petang.
Terimakasih, telah menjadikanku segalanya untuk kau berlama-lama.
.
Untukmu... [bersambung]







