Bisakah aku memulai kembali dengan tata yang baru. Dengan nuansa yang baru. Dengan semangat dan pola yang baru.?
Adakah yang ingin mendampingi dan menuntun untuk menuju itu semua.? Ketika semua terasa hancur dan luluh lantah.
seen from United States
seen from Brazil
seen from Tunisia
seen from United States

seen from Lithuania

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from China

seen from United States
seen from France

seen from Austria
seen from Norway
Bisakah aku memulai kembali dengan tata yang baru. Dengan nuansa yang baru. Dengan semangat dan pola yang baru.?
Adakah yang ingin mendampingi dan menuntun untuk menuju itu semua.? Ketika semua terasa hancur dan luluh lantah.
Hidup ini adalah simponi yang kita mainkan dengan indah. Cinta dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan dan memekarkan. Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yang bergulir secara sadar diatas latar wadah perasaan. . . Dan manakala kesadaran spiritual justru bertumbuh mendadak pada detik inagurasi, Cinta yang terbelah dan tersublimasi diantara kesadaran psiko-spiritual, yakinlah akan berujung dengan keagungan: ada cinta di atas cinta! Ketika aku mencintamu : Aku belajar mengasihi, tanpa mempertanyakan mengapa Aku belajar menerima kekurangan, saat egoku berkata ‘aku ingin yang sempurna’ Aku belajar melawan amarah, karena kutahu itu hanya akan membuatmu bermuram durja Aku belajar mencinta hal yang tidak kusuka, karena aku begitu bahagia, melihatmu tertawa karena hal yang sederhana Aku belajar memaklumi kesalahan dan berkata ‘aku memaafkan’ tanpa kau awali dengan permintaan Aku belajar berkata ‘tak mengapa’, asal kutahu, kau baik-baik saja Aku belajar cinta dari mencinta. Semua dimulai dengan cinta CintaNYA yang meneguhkan masing-masing langkah kita di jalan cahaya Lalu siapa yang mengira Jika kemudian alur kita saling bersinggungan disebuah masa Di titik pertemuan tiada tertebak Maka sebagaimana ia dimulai Smoga demikian pula nantinya mengalir Dalam himne cintaNYA. . . #bulancinta @bulancintacom @orori_id @travelioid @floweradvisorid #BukanCinta
Egois
Aku selalu menyebut diriku bahwa orang yang paling menggemarimu nomor 1 (Well, belum ada lembaga yang mensurvey atau meneliti ini, jadi ini hanya anggapan karena egoku saja). Pengagum yang bukan lagi sembunyi - sembunyi, walaupun juga belum terang - terangan menyatakan bahwa aku adalah salah satu pengagummu. Entahlah apakah ada orang lain yang lebih sering memikirkan dan mendoakanmu, yang terpenting aku tahu bahwa akulah orang egois itu. Orang egois yang meminta kepada Tuhan. Orang egois yang tak jarang lepas kendali untuk tidak melontarkan pertanyaan yang entah itu penting atau tidak. Orang egois yang mendoakanmu dari jauh. Orang egois yang berharap merindukanmu selalu. Perasaan tercurahkan begitu banyak memakan memori dalam otak daripada perasaan yang lebih utama yang lain. Aku hanya remaja yang memiliki rasa egois tinggi. Egois yang sangat membuat candu. Bahagia karenanya. Maaf. aku hanya menikmati kebahagiaan yang fana ini.
kadang "tahu diri"-ku terlihat seperti pesimis
Sedang Gamang
Tak pernah pikiranku sekalut ini
Bahkan hingga memikirkan nyamuk begitu detil
Memandang begitu pelik
Sampai tak sadar
Ruang yang kutinggali seperti matahari yang menabrak bumi
Hancur berantakan, luluh lantak
Rasanya ingin sekali menghirup nikmat asap asap yang mengepul
Seperti orang orang tua di depan rumah
Yang menertawakan kehidupan
Menikmati kartu-kartu yang terpelanting di atas saung kayu reot sederhana
Atau sekedar melindungi sepasang raja dan ratu di atas papan hitam putih
Untuk mendapat pundi pundi rupiah yang datang dan kembali
Sambil menghirup asap kenikmatan, di temani botol botol pencegah rasa gamang
Aku disini masih dengan pikiran yang remang remang
Dengan masa depan yang tak terbayangkan
Bersama tuhan yang sedang sibuk mengabulkan doa doa siswa terpelajar
....