Rintik Hujan Penyambut Hari Baru
Hey, lihatlah! hari, bulan dan tahun yang baru! well, tahun baru adalah hari yang di-spesial-kan oleh kebanyakan orang. ketika mereka melakukan perayaan malam tahun baru -yang entah aku tidak mengerti apa esensinya- aku hanya selalu antusias dengan kembang api yang menakjubkan! momen libur tahun baru yang mungkin beresensi sebagai ajang kumpul dengan keluarga, teman - teman kerja, kampus atau bahkan kekasih hati (whoops) sementara yang sini selalu menghabiskan tahun baru di depan tv itu udah bersyukur banget. yaiyalah, dari bayi sampe jaman SMA dirumah aja pantengin tv bersama keluarga bahagia. Baru semenjak kuliah merantau di Jogja, pas tahun baru selalu di tengah - tengah UAS jadi ya, hanya mendekam di kos aja. baru tahun ini saja keluar, keluar dari kosan dan nginap di kos temen (lol sama aja ye). sebenarnya teman kampus sudah mengadakan rencana dadakan untuk bersepeda dan setelahnya barbeque-an eh maksudnya bakar - bakar. Tapi karena sudah ada janji dengan jeng rempong (Y*ni) yasudah we slept over to Yusrina kos. hehe. Ya anggap saja ini sudah hangout malam tahu baruan pertama walau cuma sekedar nginep di kos temen dan lihat firework from the rooftop. Lumayan lho, lihat kembang api dari lantai 3 kos dan bisa terihat seluruh pusat kota Jogja. hhehe. ya maap maap jika terlihat ndeso. Ngapain aja kita? ya seperti hal yang bisa perempuan lakukan, rumpi cantik sambil ngemil gendut. We just talk and laugh.
Kenapa nggak pulang saja, Fah? libur lho.
Petanyaan itu membuatku bimbang resah dan gelisah saja. (singkatnya: galau)
Pertimbangan seminggu yang lalu pulang, membuatku bertahan di Kota Jogja yang syahdu ini. Yah walaupun rindu ini bergumul di hati dan pikiran di sela-sela canda tawaku dengan kawan-kawan. Rindu suasana rumah. Rumah yang menjadi tempat untuk pulang, tempat untuk hati merindu. Aku yakin, ibu bapak memiliki rasa rindu yang sangat jauh lebih diatas kadar kerinduanku. kecemasan yang mereka punya. Aku mengetahui itu semua dengan nada suara, pertanyaan sepele yang sebenarnya berarti “aku kangen kamu, nduk” tetapi Bapak Ibu tidak pernah sekalipun secara langsung berkata begitu. Ya, kami bukanlah tipe romantis dengan menyampaikan langsung lewat kata - kata seperti: aku kangen kamu, aku sayang kamu dan bahkan selamat ulang tahun atau selamat hari ibu. Oh My God my tears almost fall down when i type this text.
Semenjak Sekolah, perhatian mereka seperti: nasi hangat dan telor ceplok di pagi subuh buatan Ibu, serta ojek gratis pukul 5 pagi buta dengan tangan yang kedinginan memegang gas motor (?) menembus udara pagi 15 kilometer. Ah, tak jarang aku menitikkan air mata karena merasa bersalah di sepanjang jalan karena sering menggerutu karena kesiangan berangkat olahraga.
Ah, kurang dimanja bagaimana jika mengingat masa sekolah kala itu. Betapa kurangnya bersyukur diri ini punya orang tua lengkap yang memiliki rasa cinta yang begitu luar biasa dengan caranya sendiri. Sekarang ini, via telepon 3 menit ibu bapak mendengar suaraku yang terdengar baik - baik saja, sudah membuat mereka lega dan melengkapi hari. ya, begitu perhatian mereka.
Dimanakah waktu luang kau habiskan?
Bapak, Ibu, semoga engkau selalu didalam rahmat dan ridho Allah SWT.
Awal tahun 2016, tahun keempat aku kuliah jauh - jauh dari rumah..
Awal tahun 2016, ku habiskan pagiku dengan kayuhan sepeda di pusat kota jogja yang gerimis... Benar kata orang, rintik hujan penuh kenangan. Di sepanjang jalanan yang sibuk banyak orang beraktivitas dan mengais rezeki di pasar yang ku singgahi.
Saat itu, motor bebek tua dengan karung berisi dagangan, sepeda kusam yang juga diparkir dipinggir jalan, atau bapak - bapak bercaping yang mengayuh becaknya dengan dua penumpang, betapa beratnya karena tenaga yang beliau keluarkan, tergambar di betis yang berotot. Walau rintik gerimis menerpa, mungkin berkah awal tahun baginya memiliki penumpang pagi - pagi. Ibu - ibu separuh baya menjaga lapaknya di pinggir jalan dekat pasar Kranggan itu, bersabar menunggu pembeli menyambangi daun pisang yang dijualnya. Rintik gerimis menjadi saksi keringat yang menjemput rezeki untuk orang tersayang mereka.
Gerimis awal tahun, Gerimis yang mengawali hari yang baru. Rintik gerimis yang menjadi katalis kerinduan dan kenangan :D
Bukankah usaha tidak pernah mengkhianati hasil?
Hey, jangan lupa berdo’a sebelum tidur ^^