Media informasi yang “menyesatkan”
Media sosial dan berbagai media informasi, seperti ada orang - orang di dunia maya yang mendewakan dan membenarkan kesalahan yang berulang kali tercipta. Bisa jadi banyak orang yang memang mengeraskan pikiran dan hatinya atau sudah terbuai dengan kefanatikannya. Saat kenyataan terlihat di depan mata banyak yang tetap mencari sanggahan dan menutupi dengan kabar sebaliknya.
Info yang diterima, kabar yang sebaliknya malah lebih sering terdengar dari pada kenyataannya. Apa orang-orang salah itu lebih banyak dari orang benar atau orang salah lebih berani dari pada orang yang benar.
Sedihnya jaman sekarang, yang menyebarkan fakta malah dikira provokator, yang menyebarkan kebohongan terlanjur dipercaya, lalu mata semakin menyudutkan pihak yang dirugikan.
Lebih sedihnya, seberapa banyak orang yang peduli dengan fakta yang benar tidak ada yang tau, namun yang lebih terlihat sekarang yaitu mereka yang memiliih informasi yang memberi ketenangan sesaat dibanding info yang sebenarnya.
Kalau pikiran orang-orang sudah distandarkan, mana yang mesti dipercaya dan mana yang harus diabaikan
Tangerang. 14/9/20















