kangen nulis
Aku ingin menulis agak panjang kal ini sepertinya, di antara angan-angan yang hampir meruntuhkan kesadaran. Aku cukup lama berhenti dan ingin selamanya berhenti, menjauh bahkan menghilang dari puisi. Aku dicekik hingga habis napas oleh kehidupan. Pandanganku akan keindahan luka dan tawa memburam, keduanya terlihat sama. Harus dihadapi, harus dijalani, saat ini hanya itu yang aku bisa lalui. Kehidupan itu seringkali menawarkan banyak pengandaian dan itu membahayakan jika aku tak punya batasan untuk mengabaikannya, barangkali puisi sesekali hadir membayang sebagai perpanjangan nasehat yang sulit sekali diterima sebagaimana mestinya.













