PERTAMA, CINTAI DIRIMU SENDIRI
Angkat kepalamu, tegakkan badanmu, berjalanlah dengan percaya diri, karena kamu patut untuk dihargai dan dicintai.
Dalam perjalanan hidup, hari demi hari dan waktu yang kita lalui ada hidayah yang selalu Allah berikan pada kita. Namun, kitalah yang menentukan akan diambil hidayah itu atau tidak.
Allah ingin kita bahagia, Allah ingin kita selamat. namun, kita juga perlu lebih peka dengan petunjuk yang diberi Allah dalam waktu-waktu yang kita lalui.
Menurutku, salah satu hidayah terbaik yang Allah beri adalah dengan menyadarkan aku untuk mencintai diri sendiri. self love. Lebih jauh lagi direnungi ternyata self love membimbing aku untuk bisa menghadapi masalah-masalah yang selama ini aku hadapi dan overthinking yang sering datang.
Ternyata dengan self love, aku bahkan bisa lebih berempati dengan orang lain, menyadari apa yang orang lain sebenarnya fikirkan dan bagaimana sekeliling menatap kita.
Ternyata dari self love juga membuka diriku untuk membuka hati, menyayangi orang lain lebih dari yang sebelumnya.
Hal positif yang kita fikirkan menular ke sekeliling kita dan membuat aura positif itu juga mengarah ke kita.
Sebelumnya, aku banyak cemas, banyak juga overthinking memikirkan masa lalu yang pernah aku lalui, pertemuan dengan orang - orang yang membuat aku menyesal, menyesal karena seharusnya aku bisa memperlakukan orang lain lebih baik pada saat itu. Hal lain juga buatku berfikir mengapa setiap ada ujian psikotest aku selalu bimbang untuk menjawab, seringnya hasilnya berubah-ubah, jawabannya seperti difikir dulu.
Semakin parah lagi, saat aku sendiri, aku terlalu banyak berfikir sampai banyak suara di kepalaku yang membuat aku benci dengan diriku sendiri, yang membuat aku seperti hilang tujuan hidup dan tidak berkembang.
Ternyata yang menjadi masalah sesungguhnya adalah aku belum mengenal diriku sendiri. ini akar masalah yang membuat terkadang sulit untuk membuat pilihan, sulit untuk lebih berempati, bersosialisasi, sulit membuat keputusan dengan tegas dan menjadi sangat berhati-hati saat berbicara sehingga sering jadi patung di circle manapun.
mungkin harusnya aku ke psikolog saat itu, tapi masyaAllah Alhamdulillah Allah banyak membantu aku, aku pertajam semua indra agar bisa menangkap hidayah dari Allah. Aku sudah sering berintropeksi dan menyalahkan diri sendiri, tapi kali ini aku lebih banyak membiarkan diriku untuk meluapkan emosi yang selama ini ada di kepala.
Aku susun, runut dari waktu sekarang, hingga aku masih kecil, dendam apa yang aku miliki, siapa penyebab yang membentukku sampai seperti ini, aku kumpulkan semua masalah yang kupendam dari aku kecil hingga dewasa, dan perlahan aku usap diriku, aku ikhlaskan masalahku, aku hujat mereka, lalu aku maafkan, aku tulis kesal kesal yang ingin aku sampaikan pada mereka. Kehidupan ini berputar, hidup mereka juga tidak selalu mudah, bahkan bisa lebih sulit dari aku. Relakan semua masa lalu yang sudah membentuk diriku hingga menjadi sekarang, dan bersyukur.
Semakin aku bersyukur, semakin aku menyadari banyaknya kasih sayang Allah untukku.
Banyak keinginanku yang ingin aku tuju, orang yang kusayangi, dan menyayangiku juga pasti ingin melihat aku mencapai keinginan keinginanku.
Aku tidak ingin tenggelam dan terlalu lama menyesali masa lalu dan menyalahkan diri sendiri terus. Aku harus mencintai diriku sendiri, memaafkan aku yang dulu. Aku harus segera menyelesaikan masalahku dengan diriku, baru aku bisa menuju langkah anak tangga yang selanjutnya, baru aku bisa mencintai orang lain setelah aku mencintai diriku, dan bagaimana menyusun kehidupan kedepan untuk kebahagiaan bersama.
Aku sudah mulai banyak memahami apa yang bagus untukku, apa yang tidak bagus, apa yang bermanfaat untukku dan tidak.
Aku harus menghormati diriku sendiri, baru aku bisa meyakinkan orang lain bahwa aku juga patut untuk dihargai dan dihormati sebagai manusia yang terus belajar dalam hidupnya.
Mencintai diri sendiri awalnya tidak kurencanakan, tapi Allah yang mengarahkan diriku (InsyaAllah karena Allah selalu menginginkan setiap hambanya bahagia) untuk meraih kesuksesan kehidupan di dunia dan akhirat dengan langkah awal ini.
Aku sungguh berharap, masalah yang dialami orang lain juga bisa terurai satu persatu, mulai menyibukkan dirinya dengan ilmu yang membantu kita untuk menghadapi dunia dan akhirat ini agar lebih mudah dijalani.
Semoga tulisanku bermanfaat juga untuk orang lain, no offense dan tanpa maksud menggurui :*
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
(tadi ga pake Assalamualaikum ya padahal hihi)