[Jalan Lurus] @baskarazr 25/9/17 . Seringkali banyak diantara kita mengira bahwa jalan yang lurus adalah jalan yang tiada rintangan, mulus tanpa hambatan. . Barangkali juga diantara ada yang mengira, bahwa jalan yang lurus adalah jalan yang mudah, tiada lelah dan peluh pengorbanan. . Bahkan diantara kita ada yang mengira bahwa jalan yang lurus adalah jalan yang dimulai dengan kenikmatan, di lalaui dengan kemudahan, dan diakhiri dengan keindahan. . Padahal jalan yang lurus tak berarti mulus, tak bebas dari onak duri yang menghadang, bahkan ianya berkelok penuh likukan, curam penuh turunan, dan payah penuh tanjakan. . Mari sejenak kita perhatikan kalimat mutiara yang keluar dari Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah . “Jalan menuju Allah adalah jalan dimana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar ke dalam api, Ismail dibentangkan untuk disembelih, Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun, Zakaria digergaji, Yahya disembelih, Ayub menderita penyakit, Dawud menangis melebihi kadar semestinya, Isa berjalan sendirian, dan Muhammad sallahu ‘alaihi wassalam mendapat kefakiran juga berbagai gangguan. . Sementara kalian ingin meraihnya dgn bersantai ria dan bermain-main ? . Demi Allah, takkan bisa terjadi.” . Ya. "Ihdinashirotol mustaqim" adalah jalannya para Rasul dan Nabi. Jalannya para pewaris risalah ilahi. Jalan yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Tak sedikit darah dan air mata yang tertumpah. . Tapi inilah sejatinya jalan yang lurus. Jalan yang dilalui para Rasul dan Nabi. Barangkali ini bukanlah jalan penuh kenikmatan, tapi yang pasti inilah jalan keselamatan. . Yang telah Allah janjikan balasan surga penuh kenikmatan bagi yang setia dijalan ini hingga akhir hayatnya. . Dijalan inilah kita akan berjuang dan menuntaskan apa yang sudah dimulai. Menyusun susunan batu bata agar menjadi bangun dakwah yang kokoh. Tak mengapa kita hanya menjadi sebongkah batu bata yang menyangkah batu bata yang lainnya. Setidaknya kita tetap berada dijalan yang lurus ini. . #bukanustadz #bukanulama #hanyadai #doktersejutaumat #mncrgknskl (di Masjid Raya Mujahidin Pontianak-Kalbar)