Bumi: Tau nggak kalau dari dulu aku benci ilmu pasti?
Kunyi: Oh, ya? Padahal jurusanmu IPA waktu itu?
Bumi: Iya. IPA gadungan, kan. Temanku IPS semuanya. Aku lebih banyak belajar Ekonomi daripada Fisika.
Bumi: Ilmu IPA seperti angan-angan. Seperti membayangkan kejadian pasti yang padahal belum pasti.
Kunyi: Tapi kan namanya ilmu pasti, Bum.
Kunyi tertawa sejenak. Tangannya mencomot sushi yang tersaji di antara mereka berdua.
Bumi: Pasti secara umum, Nyi. Tapi dunia tidak berjalan seperti itu. Dunia bergerak secara dinamis. Pun manusianya. Pada kenyataannya, seribu rupiah ditambah seribu rupiah bukan lagi menghasilkan dua ribu rupiah.
Bumi: I'm fine. Aku hanya sedang bersyukur dengan caraku sendiri.
Kunyi: Aku nggak ngerti. Sebagai seorang dokter yang telah harus melewati ilmu alam seumur hidupnya, aku merasa tersinggung. Dalam ilmu kami, jantung ya jantung, usus ya usus. Nggak bisa toh jantung jadi usus? Dunia ini ilmu pasti.
Bumi: Dalam ilmumu, manusia itu melahirkan. Dalam dunia nyata, manusia ada yang bertelur.
Kunyi tertawa ngenye. Dikiranya Bumi takkan percaya rumor semacam itu.
Bumi: Dalam ilmumu, pada detak jantung sekian seseorang dinyatakan meninggal dunia. Dalam dunia nyata, Tuhan bisa saja menghidupkan yang sudah tiada. See?
Kunyi: Itu mah takdir namanya.
Bumi: Tapi hidupmu dinamis, toh?
Kunyi tidak menjawab. Pikirannya berputar bagai gangsing.
Kunyi: Beri aku contoh yang lebih konkret dari sekedar manusia bertelur. Man, I don't even believe it is real.
Bumi: Intinya Nyi, tidak ada ilmu pasti di dunia ini. Kita hanya berteori. Menurutku, teori tidak bersifat mutlak. Mereka hanya berkembang. Tangan Tuhan tidak diam.
Kunyi: Kamu nggak bisa mencampuradukkan takdir Tuhan dengan ilmu alam, Bum. Itu adalah dua hal yang berbeda.
Bumi: Justru tidak ada yang berbeda, Nyi. Kan aku bilang aku hanya sedang mencoba bersyukur.
Kunyi tak menjawab meski otaknya bekerja hebat.
Bumi: Dalam ilmu alam, apa yang kau ambil membuat kau bertambah, apa yang kau lepas membuat kau berkurang. Dalam dunia nyata, apa yang kau lepas membuat kau bertambah: bisa tambah kaya, bisa tambah lapang, bisa tambah dewasa. Apa yang kau ambil bisa buat kau bertambah juga berkurang. Tergantung nilainya. Kau ambil yang buruk maka kau berkurang. Kau ambil yang baik maka kau bertambah.
Kunyi: Aku mau pesan sushi lagi aja.
Kunyi mengacungkan tangannya pada pelayan yang berdiri tak jauh dari mejanya. Di hadapannya Bumi lalu tertawa, meminta maaf atas teorinya yang tak seberapa.