Menyimak.!
Semua akan tau, tau bau taik yang menembus keheningan, bau bangkai yang terselubung di sela-sela tank baja, bau racun yang membunuh serangga penyebar benih kehidupan.
Kami tak diam menunggu, kami tak merangkak mengejar, satu suara kami hanya polusi klakson motor tua, tapi kami bergemuruh bersama kilatan petir menyambar singgasana sang raja. Sendiri tubuh kami sebatang korek api yang habis terbakar, tapi kami tumbuh besar bersama membakar nusantara.
Kami kau kusam, buruh penggali pondasi keadilan. Suara kami keluar dari lubang-lubang cacing yang basah karena hujan. Gerimis kami menuai badai. Hanya menunggu, menyimak.











