Membingkai Luka Setiap luka akan pudar dengan waktunya, namun kecewa tak jarang makin membekas bila semakin diingat dan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap kita pasti memiliki trauma dalam hal dan kondisi tertentu yang telah terekam dalam ingatan kita. Hal yang paling sederhana untuk membingkainya menjadi indah adalah menerimanya, menerima kekecewaan yang pernah kita rasakan. Menyadari hal-hal yang telah membuat kita sakit hati, meski itu pahit sekalipun. Ketika kita telah sadar hal itu, cobalah maafkan. Tak usah terkurung waktu untuk menyesali, karena setiap diri kita pasti memiliki masa-masa kelam. Jikalau itu adalah sebuah kesalahan, jadikan itu sebuah dorongan untuk menatap masa yang lebih baik. Bersyukur adalah kunci yang paling utama. Tak mudah memang, karena kebanyakan dari kita saja lalai akan kebahagiaan yang kita dapatkan, apalagi mensyukuri kekecewaan dan sakit yang kita miliki. Oh Tuhan, maafkanlah lemahnya hati ini:( . . . #selfreminder #muhasabbahdiri #MoveOn #MoveUp #catatanenka #nulisyuk #nulisyukjkt #prosa #prosapoetica https://www.instagram.com/p/BlqSyweAz9I/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=j4cs6rtpesz6









