Usia-usia sekarang ini, masa-masa setelah lulus kuliah ini jadi masa yang tepat untuk banyak pertanyaan kapan. Kapan lanjut sekolahnya, kapan mulai (dan dapat) pekerjaannya, kapan menikahnya dan tentu kapan-kapan lainnya.
Untukku menikah masih jadi momok yang cukup menakutkan karena rasanya hal tersebut merupakan langkah yang besar --sekali. Memilih satu orang menjadi pasangan hidup, menjalani up and down, saling membersamai satu sama lain sepanjang hidup. Selain itu, hal yang cukup membuatku bergidik sejujurnya adalah bagian mempunyai anak. Bisa nggak ya, pantas nggak ya. Tentu aku nggak mau nanti anakku seperti aku, sedangkan saat ini aku saja masih belum tau diriku sepenuhnya.
Ini salah satu channel favoritku di youtube. ODG namanya, sebuah brand fashion di Korea Selatan tapi mereka memilih jalan marketing yang unik. Mempertemukan banyak orang dari berbagai kalangan dan saling berbincang tentang hal-hal menarik. Orang-orang yang berperan dalam video tersebut akan menggunakan produk baik pakaian atau sepatu yang mereka produksi.
Tadi malam aku menonton ini. Judul videonya adalah Why Did You Lose While Having Me, Mom? Salah satu pertanyaan yang juga ingin sekali kutanyakan pada umiku. Apa saja ya yang pernah ia korbankan ketika mengandung, melahirkan dan punya anak seperti diriku?
Jawaban sang ibu di video ini adalah masa mudanya. Ia kehilangan masa mudanya. Ia menua. Memiliki lemak di tubuh dan kerutan. Menurutku, hal wajar. Salah satu konsekuensi terbesar menjadi ibu. Wajar. Karena perempuan selalunya ingin tampil cantik dan prima.
Satu percakapan yang cukup membuatku terenyuh adalah:
A: Bu, apakah ibu pernah bersahabat dengan teman sekelas ibu dulu?
I: Sahabat Ibu adalah Tante Jung Hyun
I: Ibu dulu punya banyak sahabat, tapi mereka semua pindah ke kota lain setelah menikah. Dan akhirnya Ibu tidak memiliki banyak teman disekitar Ibu.
Bagi kebanyakan perempuan, memiliki teman dekat adalah sebuah anugerah. Se-introver-apapun biasanya tetap punya satu atau dua teman untuk saling bercakap dan melimpahkan lelah atau khawatir.
Bahkan sebelum menjadi ibu, aku sudah banyak mengkhawatirkan hal tersebut. Bukan tidak bisa mencari teman baru, seperti sebelumnya aku selalu percaya kalau semua orang yang kita temui dalam hidup punya fasenya masing-masing.
Tidak hanya orang sih. Rasa-rasa yang kita rasai selama hidup juga pasti punya fasenya; termasuk merasa asing dan kehilangan.
Ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum menjadi ibu, menjadi pribadi terdidik, bertanggung jawab dan siap: atas segala hal dan seluruh tantangan kedepannya.
Menjadi ibu tidak mudah, tapi semua perempuan memimpikannya. Menjadi manusia, yang di bawah telapak kakinya Allah jaminkan surga.