>> Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. . So, ga usah memaksa orang lain untuk ikut agama yang kita anut! Pada dasarnya, semua orang selalu ingin dekat dengan kebaikan dan buatku Islam sudah sesuai dengan fitrahku. Entah dengan orang lain, semoga semua memulainya dengan iman. Sebab aku pun pernah menyembah Salib dan memohon perlindungan pada Bunda Maria. Karena saat aku TK, telenovela tengah merajai pertelevisian dan kupikir Allah itu Yesus. Aku sampai bersikeras untuk ikut Clift (temanku waktu TK) beribadah ke Gereja. Ya seperti di Telenovela Amigos atau Rosalinda, di mana semuanya pergi ke Gereja untuk beribadah. . >> Amalmu untukmu, amalku untukku. . Aku ga begitu peduli dengan cara ibadah orang lain. Meski dibesarkan di keluarga besar NU, tak menjadikanku lantas berqunut saat shalat shubuh. Seperti juga yang dilakukan almh. Enin dan alm. Embah, juga ibuku. Yang meyakini bahwa kita tak perlu doa qunut di waktu shubuh. . *bukan karena itu juga sich, tapi karena ga hafal mulu bacaannya dari zaman SD sampai SMA. Cuma 3 kalimat paling yang hafal 😔 . Jadi bicara masalah cabang-cabang dalam agama Islam, tentunya banyak banget. Makanya, kita ga usah ngurusin cara ibadahnya. Cukup sharing hasil kajian aja dan ga perlu maksa ikutin madzhab yang kita anut. Toh udah jelas kan kalau Islam terbagi dalam 3 kelompok besar, yakni: Sunni Syi'ah Khawarij Jangan sampai kita jadi golongan Khawarij! Mudah melabeli orang dengan sebutan kafir, fasik, munafik, dsb. Terlalu mengeksklusifkan diri dengan menganggap aliran lain sesat dan kitalah yang paling benar. Percayalah, kebenaran haqiqi hanya milik Allah dan akan kita ketahui setelah mati. Makanya dari awal Allah ciptain kita, tugas kita yang utama cuma satu. Beribadah! Titik. Ibadahnya kayak gimana? Cek 2 pusaka Rasulullah Muhammad Saw donk! Baca mushaf Alquran dan pahami hadits 😊 . . #ZennyNote #CatatanSiaL #SelfReminder
















