#35
Udah tau dia gak punya perasaan yang sama, tapi masih mengharapkannya
Dasar aku.
#iwtv#interview with the vampire#the vampire armand#assad zaman




seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Japan
seen from Japan

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil
#35
Udah tau dia gak punya perasaan yang sama, tapi masih mengharapkannya
Dasar aku.
Forget-me-not
Apa bunga kesukaanmu?
Kalau aku, forget-me-not.
Mungkin tidak banyak yang tahu nama bunga ini. Aku sendiri baru mengetahuinya 2-3 tahun yang lalu. Sekarang, aku ingin sedikit bercerita tentang perjalananku menyukainya.
Pertama kali aku mendengar nama forget-me-not adalah pada salah satu lagu favoritku, tapi aku belum tahu kalau itu adalah nama bunga. Lalu, ternyata bunga itu juga ada di salah satu anime favoritku. Hingga akhirnya aku mencari lebih dalam dan menemukan bahwa forget-me-not adalah nama sebuah bunga dan bunga itu adalah forget-me-not.
Awalnya aku hanya suka saja, tapi yang membuatku sangat menyukainya adalah saat aku sadar kalau hamparan bunga forget-me-not itu mirip seperti dengan bintang di langit. Iya, ia yang memiliki lima kelopak, sama seperti gambar bintang dalam gambaran kita. Lalu, putik bunga berwarna kuning, kelopak bunga berwarna biru, dan bunga-bunga kecil yang terhampar itu, bukankah itu seperti hamparan bintang indah di langit?
Aku juga merasa kalau bunga ini adalah ‘tipe’ku. Karena semakin sekarang aku semakin menyukai hal yang kecil. Walaupun kecil tentu ia memiliki arti yang besar. Nama bunga ini sendiri pun seperti sudah mendefinisikan diriku, yang tidak ingin dilupakan, yang ingin selalu diingat. Oleh karena itu, aku ingin selalu bisa meninggalkan kesan yang baik untuk orang-orang sekitar.
Dari semua kebetulan-kebetulan itu, aku berpikir bahwa aku seperti ditakdirkan untuk mencintai bunga ini. HAHA, lebay sekali.
Oh iya, kalau aku cari makna dari bunga ini, katanya ia menggambarkan true love dan kesetiaan. Semoga dengan ini aku bisa menjadi orang yang seperti itu, ya :)
Karena ‘kecintaan’ku pada bunga ini, entah sudah berapa kali aku mencoba menanam bunga ini. Yang sayangnya sampai sekarang pun aku masih belum bisa menumbuhkannya hingga berbunga. Aku memang sepayah itu, ya :’). Tapi gapapa, kalau terlalu terobsesi bisa jadi malah menghilangkan kebahagiaan dalam prosesnya. Oleh karena itu, sekarang salah satu mimpi besarku adalah bisa memiliki hamparan bunga forget-me-not di halaman rumahku.
Penutup, jika objek favoritku di langit adalah bintang, maka hal favoritku di bumi adalah bunga ini.
Tentang Pacaran 2
Hmm… sepertinya ini gak akan jadi yang terakhir :)
Tentang Pacaran (2)
Dari cerita ini bisa disimpulkan kalau bukannya tidak ingin pacaran, tapi sepertinya orang overthinking ini memang tidak cocok pacaran :). Tapi semoga jangan sampai jomblo selamanya aja :’)
Hasil overthinking semalam :)
Pagi hari di mulai dengan impulsif beli bunga buat diri sendiri :)
Salah satu hal yang aku sesalkan bulan kemarin adalah tidak membeli bunga saat wisuda teman. Padahal dari dulu aku selalu menunggu momen wisuda sebagai kesempatan untuk bisa memberi untuk teman dan paling penting untuk diri sendiri (sebenarnya ga perlu nunggu wisudah juga, sih). Tapi aku terlalu banyak berpikir dan menimbang hingga akhirnya malah tidak jadi membeli.
Memang ketika mau membeli bunga, kalau dipikirin banget sebenarnya agar kurang ideal aja. Membeli sesuatu yang besok mungkin sudah dibuang. Gak bisa di makan, gak bisa dipakai, cuma jadi hiasan sesaat saja. Namun, aku sadar kalau aku terlalu overthinking saja. Padahal jika aku ingin dan suka, itu sudah cukup menjadi alasan untuk membelinya.
Tentang bunga itu, sebenarnya hal yang paling penting bukanlah bunga itu sendiri. Tapi tentang arti yang kamu berikan kepadanya. Tentang rasa yang kamu berikan padanya. Dan sesuatu seperti bunga bisa menjadi bentuk dari perasaan itu.
Berbicara tentang perasaan, sebuah rasa itu tidak memiliki bentuk. Itu hanya sesuatu yang tidak terlihat yang hanya ada dipikiran seseorang. Memberikan rasa itu pada suatu benda adalah salah satu cara agar ia memiliki bentuk fisiknya dan bunga adalah salah satu contohnya. Ya memang tidak harus bunga, tapi kurasa hal yang cocok jika sesuatu yang indah diwakilkan dengan sesuatu yang indah juga.
Oh iya, rasa di sini bukan hanya tentang rasa cinta romantis yang dibicarakan orang-orang. Tapi ya rasa secara umum. Ke teman, keluarga, ke kucing, atau ke diri sendiri sekalipun.
Kalau diperhatikan lagi, bukankah itu adalah hal yang membuat hal-hal biasa menjadi indah? Rasa itu bisa berbentuk ke berbagai macam medium. Entah itu tulisan, tanaman, bunga, ya intinya segala sesuatu yang bisa kita beri.
Hal yang menjadi kesalahanku di awal adalah aku berpikir bentuk dari rasa itu perlu validasi dari orang lain agar itu menjadi indah dan berharga. Padahal hal itu berharga karena kamu menganggap itu berharga. Iya, cukup dengan kamu.
Dan kalau dipikirkan lagi, ketika kita menyalurkan rasa melalui sesuatu, pada akhirnya yang paling penting adalah bagaimana kamu menganggapnya. Misalnya, pasti adakan (atau mungkin banyak) hal yang kamu berikan, yang mungkin kecil bagi orang lain, tapi itu sangat berarti untukmu?
Karena itu jugalah, bagiku menulis di sini tanpa ada yang membaca sudah cukup asalkan aku menganggap itu berharga. Memberi kepada orang lain, cukup dengan melihat diri kita yang sudah memberi. Tanpa harus menunggu respons orang lain, tanpa ekspektasi.
Tentu hal itu adalah hal yang mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Namun, karena itulah kasta tertingginya. Ketika kita sudah tidak lagi menjadikan orang lain sebagai alasan utama untuk melakukan apa yang kita lakukan.
Dunia ini sudah cukup dengan menyukai hal yang kita beri dan menghargai hal yang kita terima. Seberapa berharga hal yang kita beri dan seberapa berharga hal yang kita terima itu bergantung pada diri kita sendiri.
Kadang aku membayangkan bagaimana jika aku hanya ditakdirkan menjadi orang biasa tanpa pernah bisa mencapai apapun. Tidak akan pernah bisa menjadi seperti orang hebat lain di luar sana, yang mendapat pujian dan menjadi kebanggaan. Ketika memikirkan itu, ada seekor kucing lewat di depanku. Lalu, aku berpikir,
"Jika tujuan hidupku di dunia hanya untuk memberi makan kucing di pinggir jalan, kurasa itu tidak buruk juga. Bukan sesuatu yang luar biasa, tapi aku menyukai itu. Dan aku suka dengan diriku yang menyukai hal itu."
Tentang bunga ini, jika aku menganggap ia menjadi hal paling luar biasa yang aku berikan kepada diriku sendiri, maka akan menjadi seperti itu. Aku juga yakin, bunga ini juga akan sangat senang ketika bisa menjadi kebahagiaan dari orang lain walaupun hanya sesaat.
Ada banyak hal indah ya jika kamu menganggapnya seperti itu :)
-
Entah harus memberi judul apa karena bahasannya gak jelas juga. Tulisan ini juga mungkin akan agak lebay dan cringe kali ya bagi orang lain. Tapi ya sudahlah, terserah yang nulis, hehe.
Kalau dilihat-lihat, kok makin dewasa kayak makin perasa aja ya :'). Anggap saja itu hal yang bagus. Kurasa aku akan membuat hashtag baru #CeritaRasa untuk hal-hal yang berkaitan dengan ini.
Lagi Bokek, eh bsknya gajian 🥰 jadi semangat lagi deh hehe 😂
Karena Allah
Kalau bukan karena Allah, aku tidak akan bisa bertahan sampai saat ini.
Aku masih ingat bagaimana rasanya begitu menyesakkan pada saat itu. Berusaha meyakinkan diri bahwa aku pasti bisa melaluinya. Entah berapa kata ingin "menyerah" yang terus keluar dari diri ini. Sampai-sampai aku tidak ingin terbangun di pagi hari.
"Aku nggak cukup kuat untuk menghadapinya",
"Aku capek kaya gini terus, aku ingin nyerah aja",
"Ya Allah kenapa berat banget",
dan berbagai pernyataan dan pertanyaan yang terus berputar di kepala.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Perlahan Allah menjawabnya satu per satu. Setiap kejadian yang ku alami, mulai terlihat hikmah apa yang Allah maksudkan. Dan aku bersyukur, atas apa yang terjadi ini akan membuatku menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi untuk menghadapi segala persoalan yang ada di depan sana.
Dan atas pertanyaan, "kenapa harus aku?" Iya, karena cuma kamu yang mampu untuk menghadapinya, orang lain belum tentu mampu, makannya Allah pilih kamu.