PERKENALKAN
Duduk sendiri dengan tea latte sebelah kiri meja, hanphone sebelah kiri di iringi dengan lagu payung teduh tapi aku memilih menggunakan headset dan mendengarkan lagu kesukaanku karena aku hanya tau satu lagu payung teduh yaitu perempuan yang sedang dalam pelukan. Cafe yang aku kunjungi ini sepi, sengaja memang aku lebih suka tempat seperti ini daripada cafe dengan pengunjung yang ramai. Aku memang suka menyendiri dari dulu, seperti saat ini aku menulis dengan damai sendirian.
Namaku Asgar Laksana, tapi panggil saja aku Asgar. Aku lahir di kota yang kecil, dingin, tidak ada bioskop, tapi memiliki keramahan yang luar biasa dan selalu ingin pulang jika mendengar nama Kota kelahiranku. Ah sudah, okey kita lanjut. Aku lahir dari kedua orang tua yang sangat – sangat istimewa, mamah dan bapak melahirkan 5 anak didalam perkawinannya selama ini, dan aku adalah anak bungsu. Aku anak ke 5 dari 5 bersaudara dan kakak- kakak ku selalu bilang kalau aku adalah anak kesayangan Bapak. Apapun yang aku inginkan pasti Bapak berusaha buat membelikan tapi tidak untuk playstation. Mamahku dulu adalah guru dibagian tata usaha dan pebisnis juga, mamah dulu hebat. Perjuangan mamah dalam berdagang sudah bukan main, mamah tidak kenal gensi selagi itu dapat menghasilkan uang untuk menambah penghasilan bapak. Mamah dulu berjualan es – es yang dulu suka ada di warung dan mamah menitipkan es – es itu ke warung. Setiap aku pulang ngaji aku pasti membawa tempat es dari warung dan mebawa uang hasil dari penjualan es tersebut dari pemilik warung. Mamah juga dulu menjual keler – keler ke tetangga dengan cara di cicil. Puncaknya mamah 10 tahun membuka toko tas, aku kira itu masa kejayaan mamah dan sekarang mamah hanya menjadi ibu rumah tangga yang mengasuh cucu – cucunya.
Bapak, laki – laki luar biasa menurutku dan mamah beruntung menikah dengan bapak. Bapak adalah kepala keluarga super sejati, setiap dirumah ada masalah ada kendala ada perabotan yang rusak, pasti bapak bisa memperbaiki. Bapaku serba bisa, 3 kali bapak berangkat ke Arab menjadi TKI, aku pun merasakan kehilangan bapak ketika bapak berangkat lagi waktu itu aku kelas 4 SD dan itu bapak berangkat ke tiga kalinya dan aku tidak bisa melihat bapak selama 2 tahun. Aku tidak tahu alasan bapak saat itu kenapa ingin berangkat lagi kesana pedahal di Negeri sendiri pun masih banyak lowongan pekerjaan. Sekarang bapak menjadi kepala CV yang bapak bentuk sendiri dari nol.
Aku disini hanya ingin bercerita tentang hidup yang aku jalani, tentang apa saja yang sudah aku alami juga tentang pertemuan – pertemuan dengan beberapa orang yang membawa perubahan didalam hidupku. Ceritaku memang tidak seindah cerita traveler yang menceritakan pengalaman mereka keliling Indonesia atau Dunia, atau juga cerita komedian yang membaca bukunya kita bisa ketawa – ketawa sendiri. Baiklah, mari kita mulai bercerita dari aku belum mengenal yang namanya cinta.













