Part 2#
Dibercandai dengan perasaan seperti ini mungkin memang wajar. Namanya juga manusia. Sah sah saja jika harus berperan jahat untuk menutupi sisi baiknya.
Aku terus saja berfikir positif tentang mu. Mungkin begini mungkin begitu. Salah satunya mungkin demi menyemangati diri. Kenyataan yang ada selalu bertolak dengan harapan.
Ternyata benar. Seharusnya memang aku tidak pernah mengharapi bercandaan kala itu nyata adanya. Lelucon ya tetap saja akan menjadi lelucon. Tak kan pernah nyata.
Singgah sebentar untuk sekedar mendengar? Apa tidak bisa?. Jika benar, bercanda mu tidak lucu. Sudahlah. Lebih baik mundur secara perlahan daripada harus merasa sakit pelan tapi pasti. Kurang lebih seperti inilah pikiran yang terus menggelayuti, saat nya mensugesti diri. Melupakan mungkin terbaik.
Akhirnya memutuskan untuk tidur untuk menghilangkan sejenak pikiran tentangmu.
*Subuh
2 panggilan tak terjawab..
ingin terbang rasanya, Menemukan notifikasi ini. Lagi-lagi rasa senang seperti merajai. Ku coba untuk menelpon balik. Tapi NIHIL. Di angkat pun hanya terdengar ucapan tak penting. Selalu begini..
*Bersambung...
@kaptenlangit


















