#WHATSONMYMIND (Budayakan Baca ya! Jangan jd Orang Pemales)
Triple Attack : Putus kerja, diselingkuhin, & orang yang disuka dari 3th lalu, menikah sm orang lain
Sebelum nulis ini, aku ngga akan ambil pusing sama apa yg ada di luar kendali aku. Silakan yang mau menilai aku seperti apa, persepsi dan pandangan kalian terhadap tulisan yang aku tulis. Krn aku ga bisa maksain diri aku buat ngatur hal-hal yang ada di luar kendali aku, krn itu bikin aku kecewa, overthinking dan yang pasti ngga bahagia.
Insecure, overthinking, merasa rendah diri, dan lain-lainnya jd hal yang sudah biasa (mungkin) di kalangan usia 20an. Setiap buka sosial media, kita disuguhkan oleh pemandangan yang indah indahnya saja dr perjalanan hidup teman kita, rekan kerja, keluarga atau influencer yang kita ikuti.
Dari udh jadi PNS, karyawan BUMN/Swasta dg gaji udh 2 digit, menikah, punya anak, bangun rumah dan beli kendaraan sendiri, kuliah beasiswa di luar negeri, dll.
“Kok mereka bahagia banget sih?”
“coba aku kayak mereka ya, pasti ngga susah.”
“beruntungnya, kpn nasib aku kayak mereka?”
Kadang kita secara ngga sadar ngucapin hal-hal itu. Padahal, kita ngga tahu gimana strugglenya mereka, perjuangan mereka yang mungkin sampai berdarah-darah, untuk mendapatkan achievement tsb. Kita cuma tahu sampulnya doang. Kita ngga lihat di sekitar kita, ternyata banyak yang lebih susah drpd kita. (sebenarnya yang agak menyerempet sedikit ke toxic positivity. Pro dan kontra sih. Tapi tergantung kita sendiri gimana nyikapinnya).
Belum jadi apa-apa di umur 25 tahun. Dari kecil, udh banyak hal-hal yang cukup orang terdekat tahu soal masa lalu aku gimana, sampai akhirnya tahun 2020 ini entah mau aku sebut tahun apa. The worst year ever, maybe? Tapi baru 1 semester pertama di thn 2020. Gatau nanti sampai akhir tahun nasib aku ke depannya bakal gimana. Masih hidup gak ya?
Baiklah, what doesn’t kill you makes you stronger (apa yang ngga akan bikin kamu mati, bakal bikin kamu lebih kuat). Aku meyakinkan diri sendiri meskipun banyak omongan yang bikin lelah hati dan pikiran.
Ngga semudah itu aku nerima kenyataan, bulan juni 2020 itu paling berkesan. Awalnya nangis dulu, kesel, marah pokoknya aku lepasin semua emosi negatif itu, aku biarin, gamau ditahan. Krn kalo ditahan akan mempengaruhi kesehatan mental aku. Sempat stress sih sebenarnya.
Tapi alhamdulillahnya. Sekarang, aku cuma ngetawain apa yang aku lakuin kemarin. I was fool. Tapi semuanya jadi pengalaman hidup. Aku lebih bersyukur, aku bisa melalui itu, aku yakin Allah kasih semua hal yang terjadi sm aku kemarin itu buat pembelajaran.
Aku bisa ngerasain kerja kantoran selama 3,5 tahun dimana teman-teman aku masih cari kerja sana sini. Tiap aku ngerasa down, cara terbaik yang aku lakuin adalah buka website kitabisa.com (website penggalangan dana untuk donasi ke orang-orang yang membutuhkan). Disitu banyak orang yang kurang beruntung drpd aku, setidaknya aku msh bisa dikasih tubuh yang sempurna tanpa cacat satupun, bernafas, punya orangtua lengkap, ada tempat tinggal permanen. Disitu aku bercermin, sekaligus bisa sekalian sedekah juga.
Aku bisa lebih santai, legowo, dan lebih merelakan apa yang terjadi belakangan ini. tahapan ikhlas itu susah, susaaaaaah pake banget, cuma indah aja rasanya ketika sudah ditahap itu. emang kenangan itu ga bisa dilupain, biarin aja jadi bagian dari hidup, krn kalau dilupain ngga akan pernah bisa. memangnya mau cuci otak dulu biar lupa? kan engga...
Aku inget, kutipan dari Umar bin Khattab krn ini yang bikin aku tenang kalau aku mulai kesentil atau kepancing.“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.”
Ya mungkin ini cuma hal sepele bagi kalian yang dapet ujian lebih dari aku. Itupun aku rasakan ketika membandingkan masalahku dan teman-temanku, jd itu yang ngebuat aku lebih kuat. Mereka saja bisa, kenapa aku ngga? Bikin aku menjadi lebih tertantang.
Semoga aku lebih dewasa lagi dalam menyikapi permasalahan yang akan datang selanjutnya. yang bisa aku lakuin sekarang adalah fokus sm diri sendiri dan lebih bertanggungjawab. ga akan menggantungkan harapan ke manusia dan berekspektasi lebih ke orang lain karena gamau lagi ngalamin kesedihan yg ga perlu dan gamau merusak jati diri sampai mengejar hal-hal yg ga pasti.
aku gamau lagi mengejar hal-hal yg ada di luar kendali aku krn bakalan membuang waktu dan tenaga aku. SIA-SIA.
Kalau ada masalah lagi yang datang, aku bakal bilang “hai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar”
jadilah baik, berubahlah jadi baik. buat keputusan yang berani, dan HARGAI DIRI KAMU SENDIRI.