#ChallengeYourSelf before #ChallengeTheWorld
Akhir-akhir ini riuh media semakin tegang dengan berbagai kecurigaan dan informasi dari berbagai sudut pandang. Isu-isu yang muncul semakin berkembang dan melebar ke mana-mana.
Menurut saya (lagi aga’ serius jadi pake “saya”, haha), ini adalah bola salju dari tidak serius ny penegakan keadilan dari tahun-tahun sebelum ny.
Mulai dari pilpres yang benar-benar terasa perbedaan karakteristik antar kelompok pendukung, ketidakpuasan dan sikap ksatria dari para pendukung, hingga berbagai kebijakan yang pro dan kontra. Semua ini berasal dari sikap mentalitas kita yang tidak serius dibenahi dari tahun-tahun sebelum ny.
Mulai dari pilpres, keputusan tiap orang untuk mendukung dan memilih adalah hak mereka. Namun ketika hasil telah ditetapkan maka harus diterima dengan lapang dada. Mendukung pembangunan Indonesia yang lebih baik, sambil mengawasi kebijakan yang dijalankan sampai tahap kritik terhadap pemerintah.
Lalu selama berjalan ny waktu kebijakan-kebijakan yg digelontorkan dan dijalankan menghasilikan angka yang negatif. Mulai dari harga-harga naik, kebijakan kontroversial yang strategis (seperti investasi asing 100% untuk berbagai perusahaan dalam negeri), hingga hal-hal mikro yaitu kenaikan harga STNK. Gelombang kejadian-kejadian ini menambah standing point bagi tiap-tiap orang.
Orang-orang yang benar2 mempercayai Presiden Jokowi tanpa kritik (atau kalo di agama Islam disebut taqlid buta) terlihat standing point ny. Biasa ny mereka akan mendukung 100% kebijakan ny. Dalam hal ini yang saya tahu bersumber dari berbagai alasan, mulai dari pernah bekerja sama, pernah diangkat menjadi pejabat, atau alasan-alasan pragmatis lain.
Orang-orang yang sedari awal tidak mendukung Presiden Jokowi sangat terlihat biasa ny kontra terhadap kebijakan ny. Apalagi kebijakan-kebijakan ny yang memiliki hasil yang negatif ataupun manipulatif. Hal tersebut menjadi pecutan semangat ny untuk memiliki standing point kontra terhadap Presiden Jokowi.
Orang-orang di luar kelompok di atas kemungkinan lebih banyak, silent majoriti kalo kata Ibu Megawati kemarin pas pidato. Kelompok ini lebih beragam daripada yang bisa kita bayangkan. Karena konstruksi berpikir ny sangat kompleks dan sangat berbeda.
Keadaan sosial hari-hari ini menuntut kita berpikir, atau setidak ny mengusik perhatian kita, apa solusi dari hal-hal tersebut ?
Maka bagi saya adalah keadilan yang harus ditegakkan bagi semua lini masyarakat, juga transparansi dan sikap ksatria harus ditunjukan oleh pemerintah, khusus ny Presiden Jokowi. Keadilan yang tidak diterapkan secara komprehensif menimbulkan kegaduhan, baik itu skala kecil, menengah, hingga besar seperti kasus penistaan agama. Keadilan yang tidak ditegakkan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, seperti kasus kecil namun strategis adalah masuk ny sejumlah warga negara Tiongkok ke Indonesia sebagai TKA ilegal. Ketidakadilan yang tidak terselesaikan juga menimbulkan kemubaziran, seperti biaya pengawalan Ahok di berbagai agenda.
Bayangkan jika keadilan setidak ny konsisten diterapkan di berbagai level masyarakat, maka tidak ada lagi biaya tambahan untuk pengawalan Ahok, karena rakyat akan percaya terhadap keputusan pengadilan.
Bayangkan jika keadilan setidak ny konsisten diterapkan di berbagai level masyarakat, maka tidak ada aksi 411, 212 atau yg lain ny. Karena proses hukum ideal ny sudah dijalankan, dan para ulama dapat mengkaji Islam untuk masa depan dari sudut pandang Islamic Worldview.
Bayangkan jika keadilan setidak ny konsisten diterapkan di berbagai level masyarakat, maka tidak ada buku Jokowi Undercover, atau akan berkurang kegaduhan di media massa, lalu masyarakat bisa fokus memikirkan masa depan ny dengan tenang.
Bayangkan jika keadilan setidak ny konsisten diterapkan di berbagai level masyarakat, maka boleh jadi akan berkurang obrolan2 tentang politik yang sebenar ny porsi bagi masyarakat tidak terlalu harus tahu tentang itu, karena prioritas yang harus dipikirkan bisa hal-hal yang lain.
Bayangkan jika keadilan setidak ny konsisten diterapkan di berbagai level masyarakat, maka masyarakat bisa berkontribusi lebih untuk bangsa, karna porsi mengurusi urusan negara sudah ditangani oleh pemerintah, dan masyarakat tinggal mendukung dan memajukan bangsa dari porsi keahlian ny masing-masing, dan negara akan maju di berbagai bidang ny, bukan hanya sebagian besar di dalam pikiran ny hanya politik. Negara akan selesai bagi diri ny sendiri. Dan masyarakat siap memajukan negara dengan kontribusi.
Maka dari itu semua. Selesaikanlah hal-hal yang seharus ny sudah selesai kita urusi bagi diri sendiri, agar tidak menjadi beban bagi orang lain, seperti pemerintahan ini.
Karena zaman ini saat ny kita sudah harus #ChallengeTheWorld









