Gembira!Harta
a concept based on the drink soda gembira

seen from Türkiye
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from Austria
seen from Poland

seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from Germany

seen from Philippines

seen from United States

seen from Italy
Gembira!Harta
a concept based on the drink soda gembira
Tidak perlu terlalu patah untuk dia yang belum pernah. Belum dimulai tapi sudah usai. Belum diusahakan tapi sudah menyerah. Belum digas tapi sudah direm. Kamu itu berharga, jangan menyiksa dirimu lebih lama. Sebab dia saja mungkin sudah lupa.
- Sastrasa
Jika kita gembira dengan kejayaan orang lain & doakan mereka, malaikat pun akan doakan kita. Pastinya ada hal-hal baik yang kita akan dapat. Insya-Allah.
Jadi berhentilah membanding dan mempersoalkan sesuatu yang di luar kawalan kita. Kita berusaha, orang lain juga berusaha. Masing-masing ada rezeki dan jalan-jalannya. Doakanlah untuk sama-sama.
"Separuh dunia kelaparan dan separuh lagi berusaha menurunkan berat badan."
MENGUTUK BAHAGIA
Beruntai catatan kaki kutinggal
semenjak kepergianmu yang ujungnya
selalu sama; jangan lupa pulang.
Tak kunjung kau balas
derita si sendirian ini.
Bila sampai ku di penghujung
waktu nanti,
tolong buang jauh
pena dan kata.
Kabur pandang yang usang
penat hati yang kuat.
Sampaikan salamku pada kedua
yang gembira itu, wahai Angin;
kini aku nelangsa murka
beralaskan dosa dan doa
akan keterpurukan yang
kusemogakan pada kalian.
— Bandung, A.
Aku minta maaf karena tidak menari bersamamu selama bertahun-tahun. Aku minta maaf karena menjebak rohani di bawah kegembiraan yang pernah kita rasakan ketika kita akan kehilangan diri karena ketukan malam, mengangkat lengan, dan melemparkan kepala sembari menyerah pada alunan musik. Aku minta maaf karena membuatmu dirantai di depan meja kerja ketika kita harus terbang bebas lebih sering, mengambil foto di air asin dan bercinta hingga lutut menyerah. Aku minta maaf karena membuatmu lupa betapa indah hujan dapat membasahi bahu, bagaimana pasir terasa di bawah kaki telanjang. Tapi besok matahari akan bersinar dan mungkin kita bisa merasakan cahaya pertama menyentuh kulit kita, dan mungkin, mungkin saja, kita akan merasa sedikit bebas lagi.
K
Jalan Ninja Wisuda
"Kadang kita terlupa, segala hal yang menjadi keberhasilan industri dalam memantik pembangunan infrastruktur, bila tak diimbangi oleh pembangunan elemen organik akan menciptakan masyarakat yang terjebak pada pola-pola mekanis."
Umumnya wisuda dipandang sebagai lembaran baru, awal bagi anak muda ingusan dalam menghadapi kehidupan nyata yang konon begitu keras. Pintu awal bagi status baru yang populer disebut dengan pengangguran. Bukan istilah yang disukai, tapi bagi para fresh graduate yang tak kenal Pak Agus, Bu Siska, dan bapak atau ibu lain penyedia layanan jalur belakang status ini adalah niscaya.
Tak ayal, perebutan status pekerja menjadi begitu sengit bilamana melihat tak semuanya punya akses itu. Seleksi alam terjadi, yang kompeten tersangkut dan sisanya tercerabut. Wajar saja, perusahaan menginginkan jangka hidup yang panjang, kalau perlu hingga tujuh turunan. Sustainable, bukan sesuatu yang bisa ditawar. Dan sumber daya manusia berkualitaslah yang menjadi tambatan hidup.
Untung saja pendidikan masih mampu menjadi garda terdepan dalam usaha penyediaan stok sekrup-sekrup industri berkualitas. Begitu menjamurnya institusi pendidikan memberi masa depan bagi ekosistem industri. Dari swasta murni hingga swasta berkedok plat merah kompak bahu membahu mencetak semacam survival kit bernama ijazah, sembari mencetak kesadaran bahwa semua ada ongkosnya.
Segala kelamaan studi dan kemahalan itu diatasnamakan sebagai garansi untuk masa depan yang lebih cerah nan menggugah. Bila tak seinspirasional itu, bisa membuat tetangga kanan kiri iri saja sudah cukup.
Persoalannya, ada saja hasil produksi studi yang gagal paham atas briefing dari bisnis pendidikan. Disorientasi para alumnus yang menimbulkan kebingungan, tenaga yang tak segera diserap oleh lapangan pekerjaan, buta akan demografi industri yang menyebabkan mereka tak bisa bertahan, survive, dari berbagai tuntutan. Mungkin terasa sebagai kesalahan personal yang dibangun selama masa studi karena mencandu candaan. Tapi bagaimana kalau institusi pendidikan kita juga sebercanda itu.
Maka refleksi atas momen wisuda merupakan sedekah intelektual atas segala hal yang terjadi pada pribadi dan diri institusi pendidikan. Bukan sekedar awal baru, apalagi bila hanya dimaknai sebagai penanda bergantinya fase baru yang dibuka dengan pidato berapi-api soal peran pemuda yang kadang hanya jadi basa-basi belaka, namun apakah kita bersama dengan perangkat-perangkat pendidikan secara riil mampu menjadi agen penyebar kecerdasan sekaligus kegembiraan. Kadang kita terlupa, segala hal yang menjadi keberhasilan industri dalam memantik pembangunan infrastruktur, bila tak diimbangi oleh pembangunan elemen organik akan menciptakan masyarakat yang terjebak pada pola-pola mekanis. Pola mekanis akan melahirkan rutinitas. Rutinitas akan menghasilkan kebosanan.
Dan masyarakat yang bosan adalah masyarakat yang berbahaya, tak ada inisiatif yang akan lahir selain dari perasaan yang gembira.
Memperjuangkan kegembiraan bukanlah kesia-siaan. Institusi pendidikan sebagai peletak pondasi intelektual idealnya mampu menangkap daya selamatnya yang dahsyat. Sehingga hakikat pendidikan sebagai penolong yang murah hati dan menjadi katalisator perubahan bagi masyarakat untuk kembali bergerak dan menggerakkan kebaikan. Atas nama kegembiraan.
What is #entrepreneur ? For me, it means you have a Blue Collars Style, but have White Collar Mind inside. What is inside your mind shapes your life. ____________________ Apa itu #profesional ( #pengusaha ) Bagi saya, itu berarti Anda memiliki Gaya / tampilan Kerah Biru (Karyawan), tetapi memiliki Pikiran Kerah Putih (eksekutif / pengusaha) di dalam. Apa yang ada di dalam pikiran Anda membentuk hidup Anda. *** @joe_widya @me.joewidya @leslesan.indonesia #startuplife #sukses #berkarya #bekerja #gembira #damai #berkah (di Surakarta)