gw bener2 dibuat sabar sama krl bedebah ini. SIALAN. Ga ada evaluasinya jadwal telat mulu, ngetem lama lebih lama drpd naik angkot. Asli jelek banget sekarang.
Biasa dulu sejam udah sampe duri, ini mau sejam BARU LEWATIN 2 STASIUN?

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from China

seen from Argentina
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Arab Emirates

seen from Türkiye
seen from Israel

seen from Australia
seen from Iraq
gw bener2 dibuat sabar sama krl bedebah ini. SIALAN. Ga ada evaluasinya jadwal telat mulu, ngetem lama lebih lama drpd naik angkot. Asli jelek banget sekarang.
Biasa dulu sejam udah sampe duri, ini mau sejam BARU LEWATIN 2 STASIUN?
KNKT menyebut tabrakan Argo Bromo Anggrek vs KRL dipicu instruksi sistem yang keliru, bukan kelalaian masinis. Simak temuannya.
KNKT Ungkap Instruksi Keliru Bikin Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL
SEBELUM TIBA
Tak ada yang sempat berkata apa pun.
Yang terdengar hanya suara yang terlalu besar untuk dipahami oleh manusia. Bukan ledakan. Bukan dentuman. Sesuatu di antaranya. Suara ketika besi dipaksa berhenti oleh besi lain yang tak sempat mengalah.
Lalu semuanya berpindah tempat dalam satu hentakan.
Lantai menjadi dinding. Dinding menjadi lantai.
Tubuh terlempar. Tanpa sempat tahu ke arah mana harus melindungi diri.
Tas melayang. Kaca pecah ke segala arah. Pegangan tangan berubah fungsinya menjadi benda yang menahan. Atau justru menghantam.
Tak ada yang duduk di kursinya lagi.
Kursi-kursi itu sendiri tak lagi berada di tempatnya. Sebagian terlipat. Sebagian menindih. Sebagian patah. Seperti sendi yang dipaksa menekuk ke arah yang tak pernah direncanakan.
Di sela logam yang saling tumpang tindih, ada suara yang paling kecil tapi paling sulit dilupakan.
Napas yang tercekat.
Seseorang mencoba memanggil nama, tapi suaranya tertahan oleh debu dan bau panas yang tiba-tiba memenuhi paru-paru.
Besi yang bergesekan memiliki bau khas. Tajam. Hangus. Seperti hujan yang jatuh di atas rel panas. Hanya saja ini bukan hujan. Dan rel itu tak lagi utuh. Kereta itu lebih gelap daripada biasanya.
Gelap datang bukan karena malam. Tapi karena posisi tubuh tak lagi menyadari... yang mana atas dan yang mana bawah.
Seorang perempuan membuka mata dan yang ia lihat bukan langit-langit gerbong, tapi sepatu seseorang yang menekan bahunya. Ia tak tahu itu sepatu siapa. Ia hanya tahu dadanya sulit mengembang.
Di dekatnya, seseorang tampak tak bergerak. Satu tangan masih memeluk tas berisi bekal untuk bayinya. Sesuatu yang ia jaga lebih erat daripada nyawanya sendiri. Sementara di tangan yang lain, layar gawainya menyala menampilkan pesan yang belum sempat dibalas.
Tak ada teriakan panjang. Yang ada hanya potongan suara pendek.
Tolong. Aduh. Oh, Tuhan...
Lalu hening yang patah-patah.
Di luar, orang-orang berlari mendekat. Tapi di dalam gerbong itu, waktu sudah terlanjur pecah. Tak lagi berjalan lurus. Tersebar di antara serpihan kaca. Di antara besi yang tertekuk. Di antara tubuh yang saling menahan berat yang tak seharusnya mereka pikul.
Di titik itu, hidup dan mati berada sangat dekat. Hanya dibatasi oleh satu napas yang berhasil lolos atau tidak.
Tak ada yang tampak seperti kecelakaan di film. Tak ada yang dramatis. Hanya kekacauan yang terlalu nyata untuk diberi nama.
Dan di tengah semua itu, satu hal yang paling jelas.
Perjalanan itu tak pernah tiba. Tapi terhenti. Membiarkan penumpangnya tertinggal di detik abadi.
*Turut berduka cita mendalam untuk para korban kecelakaan KRL-KA pada Senin, 27 April 2026.
Mencekam! 14 Tewas 84 Luka-Luka, Tabrakan Maut KA Argo Vs KRL Penumpang Menjerit Terjepit
Jakarta, EDITOR.ID,- Mencekam! Mobil taksi mogok ditengah lintasan kereta mengakibatkan tragedi memilukan. KA Argo Bromo Anggrek menghajar Commuter line atau KRL. Ratusan penumpang menjerit dan terjepit. Tragedi ini menyebabkan 14 orang tewas dan 84 luka-luka dilarikan ke 9 rumah sakit. Tragedi kecelakaan paling memilukan pada 2026 ini terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.…
TRAINSSSSSS
some highlights from my trainspotting trip today :
Jr 205-81 trainset (he has screens)
Jr 205 Marchen variant (a very rare variant that is very hard to find, it's like finding a shiny pokemon)
Some Loconotives, the one just above this text is a CC 206 (most common locomotive in Indonesia, and the loudest), the one a bit obscured by some plants is a CC 201 (second most common), and the one on the left is CC 203 95 10 (CC 203s are rare, CC 204s are even more rarer)
CLI-125 8000 Trainset (these new commuter trains are made in china and had just started their operations last year).
TM 6022 Trainset (once was the second most common commuter train and now one of the rare ones after the retirement of all trainsets using Chopper tractions)
Protes di Medsos Bikin Pegawai KAI Diberhentikan Anita Pemilik Tumbler Kini yang Justru Dipecat
Jakarta, EDITOR.ID,- Hati-hati dalam menggunakan media sosial. Jika tidak bijak akan berakibat fatal. Inilah yang dialami Anita Dewi. Dengan arogan Anita dan Suaminya protes dan mengunggah pengalamannya kehilangan tumbler saat naik kereta commuter atau KRL. Unggahan Anita viral dan membuat pegawai rendahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Argi dipecat dan kehilangan pekerjaan. Belakangan tumbler…
KASUS Anita, penumpang yang kehilangan tumbler di KRL dan mengunggah keluhannya ke media sosial hingga menjadi viral kembali membuka diskus
KASUS Anita, penumpang yang kehilangan tumbler di KRL dan mengunggah keluhannya ke media sosial hingga menjadi viral kembali membuka diskusi tentang budaya oversharing di ruang digital. Dalam hitungan jam, unggahan pribadi yang awalnya hanya curahan hati berubah menjadi konsumsi publik, memicu perdebatan dan reaksi emosional yang luas.
Fenomena ini bukan sekadar soal tumbler, tetapi gambaran lebih besar tentang bagaimana masyarakat menghadapi persoalan privat di era media sosial.
Dari kacamata ilmu sosial, oversharing tidak hanya menyangkut kebiasaan berbagi informasi berlebihan, tetapi juga konsekuensi sosial yang mengikutinya.
Oversharing, Privasi Semakin Memudar
Sosiolog menilai bahwa media sosial mengaburkan batas antara ruang pribadi dan ruang publik. Unggahan emosional, seperti yang dilakukan Anita, sering kali mengungkap detail tak perlu: lokasi perjalanan, rutinitas, hingga kondisi psikologis. Informasi ini membuka celah risiko, mulai dari perundungan hingga penyalahgunaan data pribadi.