Pengalaman Mengikuti Seleksi Pengajar Muda Indonesia Mengajar (Bagian 3) “Medical Check Up”
Tulisan ini menjadi tulisan terakhir cerita pengalaman saya mengikuti seluruh rangkaian seleksi pengajar muda Indonesia Mengajar. Dua tulisan saya sebelumnya, saya bercerita tentang seluk beluk seleksi online dan tentunya pengalaman menyenangkan saya ketika mengikuti tes direct assesment. Kali ini, saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya mengikuti tes medical check up yaitu tahapan paling akhir menuju pelatihan pengajar muda.
Setelah saya mendapatkan email pada tanggal 6 Februari 2017 yang intinya saya lolos pada tahap direct assesment dan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes medical check up, nantinya kita akan diberikan opsi untuk memilih tempat tes tersebut. Saya selalu mendapatkan kesan yang menyenangkan ketika saya mengikuti setiap rangkaian tes Indonesia Mengajar. Kenapa? Karena kita selalu diberikan pilihan untuk menentukan sendiri dimana tempat tes tersebut, sehingga kita jauh lebih fleksibel untuk mengikuti tesnya. Waktu itu, saya memilih tes pada tanggal 13 Februari 2017 di Pramita Lab di Jogja.
Pada tes medical check up ini, kita akan melalui 7 rangkaian tes. Sebelum hari H tes, kita akan diberikan arahan untuk mengikuti tesnya. Salah satunya, kita diminta puasa kurang lebih 10 jam sebelum jam tes tersebut. Waktu itu, saya sudah puasa dari hari minggu tanggal 12 Februari jam 22.00 karena saya akan tes pada jam 8 pagi. Kalo ada arahan dari panitia seleksi, sekecil apapun arahanya, kita harus ngikutin ya hehe. Oia, pada tes kali ini, saya bareng kak devi, dia asli Muntilan, Magelang. Dia lulusan UNS jurusan akuntansi. Balik lagi ke rangkaian tes, nanti kita akan melawati tes sebagai berikut :
1. Darah
Pada tes ini, kita akan diambil darahnya oleh petugas lab. Ini salah satu tujuan mengapa kita harus puasa sebelum melakukan tes. Katanya biar darah kita tidak tercampur dengan kandungan yang berasal dari makanan.
2. Urine
Sesuai dengan namanya, urine kita akan di tes. Tujuannya untuk mengetahui apakah kita sedang mengkonsumsi zat psikotropika atau tidak.
3. ECG
Pada tes ini, kita akan menggunakan alat yang akan ditempelkan tepat di beberapa bagian tubuh kita. Alhamdulilah, saya cukup familiar dengan alat ini, karena sebelumnya saya sudah pernah melakukan tes yang serupa. Tujuannya untuk mengetahui alur jantung kita. Hasilnya nanti kaya semacam lembaran struk belanja yang isinya garis-garis naik turun.
4. Rontgen
Nantinya, paru-paru dan organ sekitarnya kita akan difoto oleh alat yang gede banget. Tujuanya mengetahui organ dalam kita, khususnya kondisi paru-paru kita.
5. Audiometri
Naah, disini pendengaran kita akan di tes. Teknisnya nanti kita akan dipasangkan semacam headset yang nantinya akan keluar suara-suara dari headset tersebut.
6. Autospirometri
Menurut saya, ini adalah tes yang paling berkesan haha. Kenapa? Karena saya harus mengulang-ngulang sampai saya bisa melakukannya. Jadi tes ini tujuanya adalah mengetahui panjang nafas kita. Nanti kita akan meniup dan menarik nafas sesuai dengan arahan petugas lab tersebut. Pengalaman yang sangat menyenangkan pernah mengikuti tes ini haha
7. Pemeriksaan Fisik
Pada tes ini, kita akan bertemu dengan seorang dokter. Nantinya dokter tersebut akan mengecek berat badan, tinggi badan, tingkat kerabunan dalam mata (plus minus) dan buta warna. Setelah menyelesaikan tes tersebut, nantinya kita akan berkonsultasi mengenai kesehatan kita.
Itulah sedikit gambaran mengenai tes medical check up. Saran saya sebelum nantinya kita akan mengikuti tes medis tersebut, patuhilah setiap arahan dari panitia pelaksana. Karena, arahan sekecil apapun dari panitia akan sangat berpengaruh pada kita. Selanjutnya, dari sekarang temen-temen harus pandai-pandai menjaga kesehatan dan berolahraga. Dan akhirnya, setelah menunggu 8 hari dari tes medical chek up, saya mendapatkan email dari panitia seleksi yang intinya saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan calon pengajar muda Indonesia Mengajar, itu yang artinya semua rangkaian seleksi sudah saya lewati dan artinya juga salah satu mimpi saya akan terwujud.
Insya Allah, tingal 3 hari lagi menjelang masa pelatihan tersebut. Saya mohon doa dari teman-teman semuanya, agar saya dapat menjalankan masa pelatihan tersebut dengan baik dan nantinya dapat diberikan kesempatan untuk menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan XIV.
Ada beberapa tips bagi teman-teman yang ingin mendaftar menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar :
1. Luruskan Niat
Niatkan untuk tujuan kebaikan, karena pengajar muda akan ditempatkan di tempat yang sangat terbatas dari segala fasilitas. Niat saya dari awal (termasuk di essay yang saya buat) untuk belajar. Ya, belajar dengan budaya baru, dengan orang-orang baru dan tentunya belajar menjadi pribadi yang lebih mengenal dunia.
2. Pengalaman
Jika teman-teman masih memiliki banyak kesempatan untuk meng-upgrade diri dengan menambah pengalaman selama kuliah, maka lakukanlah. Jujur, saya sangat terbantu dalam setiap rangkaian seleksi yang saya lalui, hal tersebut menurut saya tentang pengalaman.
Selama saya kuliah, saya banyak mengikuti kegiatan-kegiatan dan organisasi yang dapat menambah softskill. Pengalaman tersebut biasanya dibarengi dengan berbagai macam permasalahan, nah disanalah kita akan belajar dari satu permasalahan ke permasalahan lainnya untuk mencari tau penyelesaian atas permasalahan tersebut. Nah mumpung masih banyak kesempatan untuk menambah pengalaman selama kuliah, maka lakukankan.
Ikutilah banyak kegiatan, terutama yang berkaitan dengan masyarakat, hal tersebut akan membantu kita untuk mudah bergaul dengan orang yang sebelumnya tidak kita kenal.
3. Ridho orang tua
Ridho orang tua adalah ridho Allah SWT. Saya sangat meyakini hal tersebut, maka, sebelum kita melangkah jauh untuk mengikuti program dari Indonesia Mengajar ini, kita perlu juga ridho dari orang tua kita. Agar setiap prosesnya akan terasa ringan untuk dilakukan terutama pada tahap-tahap seleksi Indonesia Mengajar.













