Cerita ini paling spesial bagiku. Oleh karena itu, menjadi sebuah postingan di akun ini yang terintegrasi dengan Facebook, tempat aku biasanya menceritakan beliau. Begitu pula dengan foto ini yang juga spesial bagiku. . Beliau adalah kakek yang sayang terhadap semua cucunda-cucundanya, tak terkecuali. Aku punya cerita spesial yang akan aku bagi. Aku terkenang dan berkesan hingga sekarang. Melupakannya sungguh tidak bisa saking spesialnya. . Dahulu, ketika umurku di masih dapat dihitung dengan jari, beliau mengajakku untuk ke sawah miliknya. Terletak di selatan dusun, sekomplek dengan petak sawah lainnya milik warga dusun. Karena Simbah memang ada kesibukan produksi tempe di rumah, maka petak-petak sawah milik simbah 'digarapkan' oleh orang lain. . Simbah meraih caping lebarnya yang kusam itu. Diajaklah aku dengan membawa serta 'rentengan' makan siang dan 'seceret' air minum. "Ayo le," begitu ajaknya kala itu. Kemudian kami berjalan kaki menyusuri jalanan kampung, melewati lorong-lorong antar rumah warga. Hingga sampailah di tempat yang di tuju. . Sampai di tujuan, Simbah yang terlihat di pinggir sawah itu kemudian dihampiri oleh bapak-bapak penggarap lahannya. Simbah 'ngaruhke' dan 'masrahke kiriman' yang dibawanya. 'Kiriman' adalah rentengan makan siang dan ceret air minum itu. Kenapa 'kiriman'? Hal ini karena benda-benda itu 'dikirim' dari yang punya hak lahan kepada penggarap. . Kenapa berkesan? Karena setiap kali Simbah akan mengajakku turut serta, beliau menawarkan, "Ayo le melu ngirim!?" dengan nada khasnya. Alasan lain karena aku bisa merasakan aura betapa 'ndeso'-nya masa itu, nuansanya, suasananya, dan keadaannya. Terlebih sawah, aku menyukainya. . Ah Mbah, sekarang aku hanya bisa menceritakan mu saja. Entah aku sendiri bisa meneladanimu atau tidak. Semangatmu, keikhlasanmu, dermawanmu, khidmahmu, tirakatmu, kesederhanaanmu, bukan sesuatu yang mudah dilakukan oleh generasi milenial seperti cucumu ini. Tetapi engkau adalah kakek sekaligus guru yang mengajariku semuanya. Matur sembah nuwun Mbah. . Sugeng Sumare Simbah, Sugeng Sowan Simbah. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu, Al Fatihah. . . #Dalifnun #Nahdliquerz (di Faculty Of Law UII,Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/BvDyLh1D4uy/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=b61ty9sk4jbg