https://surgabisnis.com/inspirasi-dari-dato-sri-tahir/
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from Maldives
seen from Tunisia
seen from United States
seen from Lithuania
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Spain
seen from South Korea

seen from United Kingdom

seen from France
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
https://surgabisnis.com/inspirasi-dari-dato-sri-tahir/
Reposted from @tempodotco Pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir menukarkan simpanan dolarnya senilai Rp 2 triliun pada Senin, 15 Oktober 2018. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pengusaha yang rajin menyumbangkan hartanya. . . Dato Sri Tahir tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-8 dari 50 orang terkaya RI. Menurut Forbes, hartanya ditaksir mencapai US$ 3,5 miliar. . . Meski punya harta melimpah, Dato Sri Tahir selalu ingat masa kecilnya yang susah. Cita-citanya menjadi dokter kandas karena tak punya uang untuk biaya kuliah. Tak disangka sekarang Tahir menjadi salah satu dermawan atau filantropis terpandang di Indonesia yang menggelontorkan banyak derma di bidang kesehatan. Dia menegaskan, kedermawanan merupakan komitmen terhadap nurani. Dia ikhlas hartanya "dibuang" untuk aksi kedermawanan. . . #datosritahir #mayapadagroup #indonesia #filantropi #derma #dermawan #kedermawanan #komitmen #dokter #orangterkayadidunia #forbes #cita-cita #dolar #rupiah #ikhlas #RI #kesehatan #tukardolar #tukardolarkerupiah #berita #bisnis #beritabisnis #tempdotco - #regrann https://www.instagram.com/p/B8ltJSYHFRi/?igshid=15faudkx52ij2
Orang Terkaya RI Bangun Rumah Sakit di Bandung
Liputanviral - Pengusaha nasional yang juga masuk daftar orang terkaya Indonesia, Dato Sri Tahir melebarkan sayap bisnisnya yang bergerak di sektor pelayanan kesehatan. Pengusaha yang merupakan CEO Mayapada Group itu membangun rumah sakit di Bandung, Jawa Barat. Tahir ditemani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Walikota Bandung Oded Muhammad Danial meresmikan pembangunan Mayapada Hospital Bandung yang terletak di Jl. Terusan Buah Batu no.5, Bandung. Hadir juga di sana CEO Mayapada Healthcare Jonathan Tahir untuk meresmikan pembangunan tersebut. Jonathan mengatakan, pembangunan rumah sakit ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Bandung. "Peresmian Pembangunan Mayapada Hospital ini merupakan perwujudan komitmen kami dalam tahap rangkaian ekspansi Mayapada Healthcare Group. Kami hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas untuk masyarakat daerah Bandung dan sekitarnya," tuturnya seperti ditulis Jumat (7/12/2018). Rumah sakit ini dibangun dengan fasilitas serta pelayanan berstandar internasional. Rencananya gedung rumah sakit ini dibangun 14 lantai di tanah seluas 16.274 m2 dengan kapasitas 298 bed dan ditargetkan akan rampung pada akhir 2019. "Selain di Bandung, pembangunan yang sedang berjalan pada tahun ini adalah dua rumah sakit di Surabaya, Mayapada Hospital Rasuna Said, sedangkan untuk Mayapada Hospital Jakarta Selatan Tower 2, sudah mulai beroperasi 2 minggu yang lalu," jelasnya. Read the full article
Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya Indonesia yang dulu gagal jadi dokter
Liputanviral - Bercita-cita ingin menjadi dokter, Tahir muda gagal menuntaskan kuliah di fakultas kedokteran karena orang tuanya tak punya biaya. Momen itulah yang menjadi titik balik dalam hidupnya untuk terjun ke dunia usaha dan kini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia melalui Mayapada Group. Dato Sri Tahir yang terlahir dengan nama Ang Tjoen Ming 66 tahun lalu, besar di Kota Surabaya. Ayahnya seorang pembuat becak. Setelah menamatkan SMA pada tahun 1971, Tahir pernah bercita-cita menjadi dokter. Sayang, keinginannya itu gagal diwujudkan karena ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga. Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya. Namun pada umur 20 tahun, ia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Dia kuliah sambil tiap bulan mencari produk di Singapura untuk dijual di Surabaya. Dalam sebuah artikel di Huffington Post, Tahir mengaku tidak menyesal gagal menjadi dokter. "Saya tidak menyesal karena dulu saya gagal menjadi dokter. Tapi memang, saya tahu bahwa saya telah sangat diberkati," ujarnya. "Walaupun saya gagal menjadi dokter karena tidak memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan pendidikan, tetapi saya masih lebih beruntung dibandingkan dengan kondisi jutaan anak-anak lain di negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Pasifik Barat yang terpaksa masuk ke dalam lingkaran kemiskinan ekstrem ketika orangtua mereka sakit atau meninggal, dan jutaan lainnya menderita penyakit yang tidak dapat dicegahnya karena faktor lingkungan serta infrastruktur kesehatan yang kurang. ...Itulah mengapa saya telah memutuskan untuk menginvestasikan US $ 65 juta melalui Lembaga Donor Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Ketika Global Fund diciptakan satu dekade yang lalu, kejadian HIV meningkat di seluruh dunia, dan obat yang digunakan untuk mengobati virus masih mahal. Malaria membunuh satu juta orang setiap tahun, dengan kematian terkonsentrasi di antara wanita hamil dan anak-anak di bawah usia lima tahun. Lebih dari dua juta orang meninggal akibat TBC karena mereka tidak memiliki akses murah pengobatan murah kelas satu. Sejak itu, saya melihat Global Fund telah memainkan peran penting dalam penanggulangan penyebaran epidemi ini. Kini di seluruh dunia, kejadian HIV telah menurun sepertiga, dan biaya obat HIV telah menurun lebih dari 99 persen," papar Tahir. Tahir muda kemudian sukses merintis usaha di bidang garmen, berkembang ke bidang perbankan, rumah sakit, dan pertokoan bebas pajak. Kini Tahir adalah seorang konglomerat yang menempati posisi 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2017. Kekayaan Tahir tercatat mencapai angka USD 3,5 miliar per Desember 2017. Berdasarkan situs Forbes teraktual, kekayaan Tahir saat ini bisa mencapai US$ 3,8 miliar. Tahir juga dikenal gemar beramal melalui Tahir Foundation. Salah satunya mengirimkan bantuan makanan cepat saji dengan pesawat pribadinya ke Palu untuk para korban gempa. Senin (15/10), Tahir mengaku telah menukarkan uang pribadinya sebanyak USD 93 juta dan 55 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 2 triliun. "Jadi kita berikan bukti pada Pak Gubernur bahwa minggu lalu total kita menggantikan USD 93 juta+ 55 juta dolar Singapura. Ini setara Rp 2 triliun lebih sedikit," ujar dia Gedung Bank Indonesia. "Ini pribadi. Dipindahkan dari Singapura, termasuk dari konfidensial bank. (Baru sekarang?) tidak ada yang terlambat," ungkap dia. Dia mengungkapkan, alasan utamanya menukarkan dolar ke rupiah dalam jumlah besar untuk membantu menstabilkan mata uang nasional ini. Terlebih saat ini rupiah telah menembus level Rp 15.200 per dolar AS. Read the full article