Di balik Luka
Pada setiap perjalanan hidup, diri kerap menemui kekecewaan, mungkin harap yang berlebih atau tak sadar berharap lebih, yang ntah dari mereka atau dari diri sendiri.
Pada setiap kekecewaan yang singgah, hati tak karuan, sesak melanda dada hingga isak tak tertahankan, sakit dan perih terasa panjang dan tak pasti sembuhnya kapan.
Pada setiap sakit hati yang menusuk, luka menghujam nurani, jiwa hilang tenang, terhantam debaran ombak pedih hingga menderita, dan masih tak terlihat hilal pulihnya.
Pada tiap luka yang menganga, kesabaran diuji, keyakinan diguncang, ketenangan raib seketika, hingga langkah terasa berat untuk melaju, dan tak tau kemana arah.
Pada tiap-tiap ketenangan yang terenggut, iman dalam dada dipertanyakan, apakah ia mampu menolongnya atau tidak ? hingga akhirnya hanya diri dan tuhan yang tahu jawabnya.
Wahai setiap jiwa yang ingin tenang, sembuh, juga lenyap dari kecewa, ikhlas dan ridho adalah jawabnya, dengan segala keteguhan benteng iman yang melekat didalamnya.
Ikhlaslah, menerima kecewa dan sakit
Ridholah, menyemai ikhlas pada tiap takdir
Dan yakinlah dibalik ini semua tersemat keindahan setelahnya, sesuatu yang lebih indah, jawaban indah dari setiap doa-doa dan harapan yang terpanjat padaNya.
~Faa








