Enam Belas
16 Mei 2014
Enam Belas, apa kabar angka enam belas? Kuharap kamu baik-baik saja di sana, iya di sana, di kota tempat muara semua mimpi orang-orang seperti kita berada.
Tak terasa kita semakin jauh, jauh seperti angka satu dengan angka enam, dipisahkan oleh lima hitungan. Hitungan logis yang meruntuhkan segalanya. Sebut saja lima hitungan itu bernama T-U-H-A-N atau mungkin kau lebih suka menganggapnya sebagai J-A-R-A-K, ya semuanya logis, ketika kita anggap itu sebagai hitungan matematis.
Enam belas, adakah kau bahagia di sana? Di sana di tempat kau pupuk hitungan-hitungan limamu yang lain? M-I-M-P-I atau mungkin C-I-N-T-A mu yang lain, Kuharap begitu, semoga saja. Tenang saja, di sini aku sudah pernah mengalami seperti ini, lima hitungan tahun sebelum kita berpadu di enam belas itu, walaupun ini mungkin lebih parah, lebih dalam, mungkin, siapa yang tahu.
20 Mei 2014
Enam belas, tahukah kau bahwa hidup ini indah? Indah serupa ketika angka satu berpadu-padan dengan enam, serupa ketika masih ada kata ‘kita’, atau sekedar hanya kata ‘aku’ dan ‘kamu’ walaupun mungkin kau dan aku tak pernah suka mengucapkannya kata-kata itu satu sama lain.
Enam belas, Mungkin aku yang terlalu bersikeras atau diriku yang malas melukaimu, mencintaimu dengan waras entahlah, sekarang bagiku sudah jelas Kau tetap enam belas Bilangan cinta yang tak berbalas Kisah senduku yang berakhir naas Adakah enam belas yang lain? Semoga, Aku membencimu dalam cintaku
Gresik, 16 Mei 2014 dan Yogyakarta 20 Mei 2014














