Terkadang ingin ahli dalam banyak hal, justru menjadikan kita tidak “mengerti” betul akan banyak hal.
“Kamu percaya hidup itu pilihan? Maksudku benar-benar memilih. Memilih yang berarti menerima beberapa dan menanggalkan sebagian lainnya.”
Dalam suatu periode waktu, kupercaya ada banyak hal baru yang datang untuk ditelusuri. Tapi dilain sisi kupercaya tidak semua hal dapat dikuasai, apalagi mahir. Kata “hidup adalah pilihan” menjadi relevan, karena untuk menguasai dengan baik suatu hal kita harus fokus terlebih dahulu akan hal itu. Pilihan yang lain pada dasarnya hanya untuk menguji keteguhan pilihanmu, menurutku.
“Iya aku tahu ada sebagian orang dengan intelejensi tinggi dapat menguasai banyak hal, tapi itu bukan kamu kan?”
Kusarankan kamu fokus satu hal yang mempunyai potensi besar dalam diri. Kembangkan sampai batas maksimalmu, tidak perlu gusar karena tidak menguasai banyak hal. Orang lain mungkin sudah lebih mahir akan hal yang tidak kamu kuasai, maka di sanalah pranata sosial bekerja. Saat pranata sosial bekerja, hidup jadi saling membutuhkan satu sama lain. Disaat saling membutuhkan, maka potensimu juga mungkin dibutuhkan. Lalu hidupmu tidak akan kesepian. Karena salah satu hal penyebab kesepian adalah, kamu tidak membutuhkan orang lain hanya karena kamu bisa mengerjakan apapun di dunia ini. Kamu sendirian!
Di saat kita ingin tahu banyak hal, pada dasarnya kita membagi kerja otak. Otak bercabang dan seringkali semuanya bubar!













