Selamat. Wahai Diri.
Dua puluh sembilan tahun lalu ada yang berjuang untuk melahirkanku ke dunia. Di antara pilihan hidup dan mati. Sempat memilih untuk menyelamatkan diriku daripada dirinya. Bunda yang mencintai diriku melebihi seisi dunia. Babeh yang mendidikku dengan baik hingga aku tumbuh penuh sayang. Kasih keduanya tidak akan pernah sanggup kubalas dengan takaran sama atau bahkan sekedar mendekati.
Seiring angka yang bertambah, tanggung jawab pun kian besar. Ada ego yang harus ditekan, sabar yang terus dilapangkan. Menerima dengan ikhlas setiap apa yang terjadi. Selalu berusaha menjadi lebih baik setiap waktu. Menggapai mimpi satu persatu.
Perihal hidup, aku sudah merasa lengkap. Suami, seorang anak. Jadi ibu, jadi istri. Hidup berkecukupan dan bahagia. Belajar bersama sepanjang hayat. Mendapat restu suami melakukan apa yang disuka.
Hari ini ada yang berkurang sekaligus bertambah. Ada banyak semoga dan selalu dalam do'a yang dipanjatkan. Hati senantiasa bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, untuk naik kelas menjadi pribadi yang lebih baik.
Selamat wahai diri. Selamat menikmati hidup.
.
.
Day 13
8 Desember 2017
#30dwcjilid10






