Sekembalinya aku disini, relung hati ini berkecamuk liar. Betapa lara bercampur rindu memainkan lakon. Aku kembali menuju dialektika rasa. Sekali lagi, tetap sama. Tanpa daya.
seen from United States

seen from Australia
seen from Philippines

seen from Russia
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Australia

seen from United States
seen from Philippines
seen from United Kingdom
seen from Chile

seen from Australia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Australia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States
Sekembalinya aku disini, relung hati ini berkecamuk liar. Betapa lara bercampur rindu memainkan lakon. Aku kembali menuju dialektika rasa. Sekali lagi, tetap sama. Tanpa daya.
Oleh: M. Ibnu Ferry https://cinews.id/2026/05/08/menakar-absurditas-coretax-ilusi-transparansi-dan-labirin-maladministrasi-di-tingkat-desa/
Mataku mulai sulit terpejam,
Moodku mulai tidak menentu,
Pikiranku mulai kacau
Hatiku mulai kalut
Senyumku mulai pudar
Senyumku mulai pudar
Aku merasakan kesunyian
Air mataku sulit terbendung
Bayangan-bayangan menyakitkan di masalalu mulai menghantui
Diriku mulai kehilangan kendali
Buku, ngopi, ngrokok, diskusi....lalu berekspresi. @dialektikamillenial #manusia#sekolah#dialektika#filsafat#cinta#keadilan#rakyat (di Ruang Bebas Berexpresi) https://www.instagram.com/p/B7WQ91NB2Es/?igshid=10xwiyo2s4bn3
SANG WAKTU oleh Jalu Kancana . Apa artinya 2019 yang kau tinggalkan dan 2020 yang kau sambut, jika Sang Waktu selama ini hanya diperkenalkan sebagai sistem matematika yang segalanya sekadar perkara hitung-hitungan? . Bagaimana dengan dialektika yang senantiasa dikurung Sang Waktu? Atau manifestasi perilaku manusia terhadap ekologi yang menuai banjir belakangan ini? Nyatanya, Sang Waktu tak hanya bicara; “setelah tahun 2019 adalah tahun 2020 karena setelah melalui 12 bulan itu berarti menambah 1 tahun,” melainkan juga ia tak pernah menganulir hasil atas segala kepedulian manusia terhadap ekologi yang selama ini benar-benar alpa. . Sedang bagiku, arti dari kembang api itu hanya perayaan-perayaan di mana hewan dan tumbuhan akhirnya berhasil melakukan intervensi terhadap ruang hidup manusia (dalam bentuk banjir dan gerombolan ular), persis seperti apa yang dilakukan manusia terhadap Cagar Alam selama ini. . Hingga pada akhirnya, Sang Waktu membawa kita pada dialektika terhadap ruang hidup seluruh makhluk di muka bumi ini. Sang Waktu telah melakukan presentasi bahwa; “semakin manusia jauh dari kata punah, semakin berlipat bencana yang ada di muka bumi ini.” Untuk itulah mengapa doa ulangtahunku kemarin adalah; “kesejahteraan bagi flora dan fauna.” Hanya itu, tidak lebih. . Bandung, 1 Januari 2019 . #AkuKertasDanPena #Fireworks #2020 #kontemplasi #dialektika #waktu (at Bandung) https://www.instagram.com/p/B60gB0VAnoP/?igshid=1dx4ya5rfoe1y
Nafas Dakwah
Nafas Dakwah
Bagi sebagian orang, semangat perbaikan dianggap pembangkangan. Gerakan penyadaran dianggap pengkhianatan. Lalu label buku fenomenal itu dengan mudah disematkan. ‘Al-Mutasaqithun fi thariq da’wah’, yang berjatuhan di jalan dakwah.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2R26rBy
Ingin pensiun.
Serasa ingin pensiun dari segala drama ormawa kampus setelah ngobrol dengan Aldo. Lelah saja rasanya saya hanya berkutat pada drama yang jalan cerita sudah saya ketahui dan sangat mudah ditebak. Bukan, ini bukan karena saya kalah dari pemilihan Ketua DPM Fakultas saya. Big No. Hanya saja saya pikir drama tahun tahun lalu akan terulang kembali. Begitu terus. Setelah kurang lebih 2 tahun saya berkutat dengan ormawa kampus, saya masih tidak menemukan apa yang saya harap sedari awal saya menjadi mahasiswa. Saya tidak merasa berkembang dari segi intelektualitas. Tidak ada teman bertukar pikiran yang sebaik Pras atau Pak Kosim. Saya menyukai kegiatan mendengar, tetapi sayang sekali tidak ada orang di sini yang menarik untuk didengar lebih dalam. Bukan Tidak. Belum.
Orang-orang begitu takut dengan pemikiran yang radikal. Padahal menurut saya, pemikiran radikal sangat menarik hati dan pikiran saya. Bukankah para revolusioner itu merupakan orang-orang yang berpikir secara radikal?
Saya berencana untuk seperti Aldo. Mencari tantangan di luar kampus. Bagaimana? Menarik bukan?
Mengapa Seharusnya Perempuan
Tulisan ini saya dedikasikan untuk wanita-wanita hebat di kehidupan saya, mereka yang punya andil besar dalam setiap perjalanan saya sampai hari ini. Ketika banyak sekali wanita yang memilih untuk mementingkan dirinya, maka yang menjadi perhatian adalah, mengapa seharusnya perempuan?. (more…)
View On WordPress