seen from United States
seen from Japan

seen from Russia
seen from United States
seen from Poland
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Spain
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Italy

seen from Australia
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
Khazanah ordered to conduct an audit on FashionValet investment
Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim has directed Khazanah Nasional Bhd to conduct an internal audit of its loss-making investment in FashionValet. “This firm directive is in line with my previous announcement directing the National Audit Department (NAD) to audit 2,000 government-linked companies (GLCs) to ensure better governance,” Anwar, who is also Khazanah Nasional chairman, said in a…
Bolehkah Ia Menangis?
Oh, engkau. Sangat dapat dimengerti. Tarik nafasmu setelah engkau memejamkan matamu. Saat engkau menarik nafas perlahan, ucapkan dalam hatimu "Hu". Dan keluarkan perlahan dengan ucapan "Allah". Latih sifat zuhudmu. Engkau pasti memiliki kebahagiaan. Ada yang engkau tidak menyadarinya padahal sudah ada padamu, ada yang masih Allah simpan dan dikeluarkan di waktu yang engkau tidak pernah sangka-sangka. Berbaik sangkalah. Tidak ada rezeki yang jatuh di tangan yang salah.
₳₴₴₳₴₴ł₦₳₮łØ₦
Mama, aku baru saja membunuh seorang pria. Dia seumuran dengan ku, dilahirkan dari rahim seorang Ibu bernama Latifa.
Sebelum pria itu aku bunuh, aku sudah lama mengurungnya dalam kemelaratan hidup dari dunia yang ku bangun sendiri. Lagipula aku muak dengan semua omong kosong tentang mimpi-mimpinya yang tidak masuk akal.
Jasadnya pun tidak ku kubur. Sengaja aku biarkan tergelatak di taman kota agar kekasihnya tahu kalau pria itu telah mati. Membawa semua omong kosong yang mereka sebut takdir itu.
Jadi jangan perna tangisi kebodohan ku ini, mama. Anak-anak mu telah menjadi pembunuh bahkan menikim dirinya sendiri dengan tahu bagian mana paling menyakitkan.
𝓢𝓮𝓶𝓪𝓻𝓪𝓷𝓰, 2024