Ketika cinta lebih purba daripada nafas.
Dari fenomena yang terjadi di masa kini : dimana cinta menjadi sesuatu yang dengan mudahnya diucapakan atau ketika cinta menjadi sesuatu yang murah harganya. Saya jadi tertarik mengulas tentang apa itu cinta dari sudut pandang kaca mata saya.
Dengan sangat rasa malu saya akan mendefinisikan what is cinta means dari sudut pandang saya sendiri. Well, walaupun untuk mendefinisikan kata yang satu ini terlalu muda dan naif untuk saya bisa mendefinisikan nya. Dengan pengalaman saya yang tidak seberapa dalam mendefiniskan hal ini. Okayy dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap para senior yang lihai dalam hal percintaan saya akan mengutarakan definisi cinta dari sudut pandang saya.
Mungkin orang lain berpikir cinta itu adalah pengorbanan, atau cinta itu harus take and give? Atau cinta itu buta ? Atau cinta itu berjuang? Atau cinta itu chased all of the time? Atau..cinta itu harus memiliki ? Setiap orang punya definisi dan persepsi masing-masing dalam mendefinisikan and how to face it . Mungkin pengalaman atau lingkungan lah yang membentuk opini mereka masing-masing.
But well, untuk saya sendiri cinta itu adalah perasaan mengasihi kepada seseorang tanpa belas kasih. Rasa cinta itu sendiri mungkin akan dicontohkan kepada seseorang yang tetap mencintai anaknya walaupun anaknya tidak menjadi seperti apa yang mereka mau. But still pray for the best to them. Atau seorang anak kecil yang begitu menyayangi ibunya walaupun ibunya gila dan bersikap kasar kepadanya sepanjang waktu. Tapi dia tidak menghiraukan nya. Bagi saya cinta itu so pure. Ini berlaku untuk semua orang. Baik itu keluarga, sahabat, pasangan, tanaman,benda yang ada cintai mungkin atau sesuatu yang sangat anda kasihi.
Analogi nya begini : Mungkin kalian suka sekali memakai suatu baju padahal baju itu sudah usang,robek tapi kalian tetap mau memakai nya dan sangat nyaman dengan itu. Walaupun baju tersebut tidak meberikan "give" kepada anda. Ini bukan bearti kalian tidak punya baju yang lebih baik ya. You have a lot of choice. Tapi kalian lebih memilih baju yang usang tersebut karena kalian suka dan nyaman. Dan kalian tidak punya alasan yang kuat tentang perihal “mengapa ?”
Mungkin analogi tersebut bisa sedikit membantu kalian mengerti apa arti definisi cinta yang saya maksud. Oh ya satu lagi, bagi saya cinta itu timeless, countless , sakral. Saya suka sekali akan salah satu filosofi yang dilontarkan oleh kritikus politikus rocky gerung yang berbunyi :
“Kapan manusia bernafas? Setelah bumi cukup oksigen. nafas itu lebih pendek dari cinta. Cinta lebih purba dari nafas. Cinta tidak berakhir bila nafas berhenti”
Saya menyimpulkan bahwa cinta itu tidak mengenal waktu, ruang dan juga jarak. So, jika ada pasangan yang sangat menggebu pada awal nya namun rasa mereka hilang seiring berjalannya waktu atau suatu kondisi. Bagi saya itu bukan cinta, mungkin itu adalah suatu definisi lain selain cinta. Cinta yang pure mungkin sangat sulit didapat jika tidak ada ikatan darah seperti relation antara ibu dan anak atau antara saudara sedarah.atau memang takdir yang menentukan. Ada juga pepatah yang mengatakan "kamu bisa memilih kamu menikah dengan siapa, tapi kamu tidak bisa memilih kamu cinta dengan siapa".
Bagi saya cinta itu tidak mesti harus memiliki. Karena pada hakikatnya kita tidak bisa selalu bersama seseorang yang kita cintai selamanya. Kita akan terpisahkan cepat atau lambat dengan keadaan dan kondisi tertentu. Seorang ibu yang sangat mencintai anaknya pun harus rela berpisah karena harus merelakan anaknya menikah dengan pria pilihannya. Atau seorang ibu yang harus melepas anak nya merantau jauh, Pun cinta bisa dipisahkan oleh maut. Namun, Cinta tetap bisa selalu hadir didalam jiwa. Bagi saya, Cinta itu sendiri tidak menuntut : tidak menuntut dibalas kembali, tidak menuntut untuk menjadi apa yang kita inginkan. Tapi cinta itu menginginkan seseorang yang kita cintai bahagia dengan pilihannya, dengan jalannya. Walaupun dengan sangat naif, sakit memang. Melihat seseorang yang kita cintai bahagia without us beside them. To know that someone who put their smile is not us. But here is the truth : Tuhan menganugerahi rasa sakit yang indah agar kita tahu seberapa berharga perasaan tersebut untuk dikorbankan. Ini adalah indikasi bahwa kita harus menghargai rasa cinta itu sendiri..
Tuhan mengajarkan kita bahwa cinta tidak menuntut kita menjadi egois. Tuhan menunjukkan bahwa Tidak ada cinta tanpa rasa sakit. Dan, cinta lebih kuat dari luka.
Saya masih percaya sampai detik ini bahwa cinta yang pure untuk kita itu masih ada di luar sana tanpa ikatan darah. Walaupun sangat sulit di era masa kini untuk menemukannya ditengah materiliastis, kemodusan, ada maunya, dengan gaya hidup dan pemikiran yang sudah tak tentu arah.
Bagi saya Cinta itu adalah suatu perasaan yang Sakral. Akan sangat masuk akal jika kita tidak seharusnya memberikan trust, atau perasaan kita dengan cepat kepada sembarang orang. Mungkin ini adalah salah satu alasan kenapa Tuhan sangat ingin kita untuk sangat menjadi pemilih dalam hal mencari pasangan.
Mungkin dari definsi saya diatas kalian akan berpikir saya terlalu melancolic? Terlalu banyak nonton drama or film romantic? But you guys are true false. Saya malah menyukai film misteri, trailer bunuh-bunuhan film psikopat. Saya malah tidak suka film kesukaan sejuta umat: dilan. Aneh memang untuk seseorang yang percaya bahwa cinta yang nyata itu masih ada di masa sekarang. Mungkin kalian berpikir saya hidup dengan membangun imajinasi saya sendiri bahwa saya yakin cinta yang seperti itu ada. Tapi saya sangat percaya bahwa janji Tuhan adalah nyata. Jadi bersyukurlah kalian jika kalian bisa memiliki/ merasakan seseorang dan arti cinta yang sesungguhnya seperti apa yang saya definisikan diatas.
saya berharap kita semua dapat menemukan cinta yang pure diluar sana selain cinta yang pure yang kita dapat dari ikatan darah. Saya percaya akan suatu arabic proverb dari rasulullah yang berkata "Jika kita mencintai seseorang. Kirimkan doa selalu yang terbaik untuknya."
Bahwa sesungguhnya, tidak ada cinta yang lebih indah daripada dua orang insan yang saling melempar doa dan mengadu haru biru kepada sang penciptanya.
“what is destined will reach you, even if it be underneath of two mountains, what is not destined you will not reach you even if it be between of your two lips”