Tenggelam
Hanya dengan mu aku tidak menuntut kehadiran mu setiap saat. Aku bebaskan kehendak mu. Tidak perlu setiap kegiatan mu aku tahu. Pergi dengan siapa? Kemana? Aku tidak pernah menuntut itu. Hanya jika kamu ingin mengabari, sungguh itu hal yang aku nanti, kebahagiaan itu juga yg ingin aku rasakan.
Dua hari ini, tidak seperti biasanya. Aku menghawatirkan keadaan mu, bagaimana kabarmu. Sedang apa? Pergi kemana? Aku sangat menunggu kabar mu. Sampai akhirnya, pesan mu masuk. Membalas pesan-pesan ku yang mungkin sudah kadaluarsa. Hanya dengan balasan tiga empat huruf. Semakin aku tenggelam dengan kekhawatiran ku.
Lagi-lagi sabar ku yang menaikan ku ke permukaan. Tapi dengan sengaja aku tetap di dasar kekhawatiran ku . Dan benar, Allah memberi ku kejutan di dasar kekhawatiran ku ini. Seketika khawatir ini hilang. Laut kekhawatiran surut.
Melihat mu memakai hadiah kecil dari ku adalah kebagian yang besar darimu.
Kamu tenggelamkan aku di dasar samudera mu yang gelap untuk aku bisa melihat bahwa mutiara mu akan tetap bersinar di gelapnya dasar samudera.
-B
Subang, Mei 2023












