Seseorang pernah bertanya tentang sesuatu yang aku tau jawabannya tapi tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.
Karna ini masalah Hati.
Maka aku pun ingin menjawabnya dari hati ke hati.
Ia bertanya, boleh tidak menyebut nama seseorang dalam do'a kita...?
Aku terdiam, berpikir sejenak. Bisikku dalam hati, "aaa ia sedang menyukai seseorang rupanya, bagaimana cara aku menjawab pertanyaan ini ya Allah?"
Pasalnya, ini baru pertama kalinya ia berucap seperti itu. Selama ini aku mengenalnya dan ia sangat anti dengan hal yang seperti itu. Karena yang aku tau dia hanya mau fokus menyelesaikan pendidikan agar bisa membahagiakan kedua orang tuanya.
Dan, aku pun mencoba memahami bahwa wajar seorang manusia menyukai lawan jenisnya. Itu fitrah dari Allah. Itu hadiah dari Allah.
Tapi yang dia maksud adalah ingin menciptakan sebuah hubungan.
Maka, aku mencoba menjawab dengan kembali bertanya.
"Kenapa kok tiba tiba tanya gitu?"
Ia hanya tersenyum sambil berkata "hehehe gak ada nanya aja"
Aku mencoba menjawab,
"Boleh kok, nyebut nama seseorang dalam do'a kita. Tapi kalau aku pribadi memilih tidak menyebutkan namanya."
"Loh kenapa?" Tanyanya.
"Karena Aku takut, jika bukan dia orangnya, Aku takut kecewa. Jadi aku memilih untuk menyerahkan pilihanku kepada Allah. Tapi tetap aku berdoa meminta yang A-Z.
Kalau lagi kagum sama seseorang, sebenarnya yang kita kagumi itu adalah Allah. Karena Allah yang menutup semua kekurangannya, sehingga kita melihat yang baik baiknya saja. Maka, cara terbaik saat kita mengagumi seseorang Adalah dengan mengembalikan keterpesonaan itu kepada Allah.
"MasyaAllah Tabarakallah, Allah keren banget bisa ciptain sosok sepertinya"
Dan, pada akhirnya. Saat kita berusaha memenuhi hati kita dengan nama Allah. InsyaAllah akan Allah jaga hati kita dari sesuatu yang mengecewakannya" jawabku
.
Aku gak tau, apakah jawaban itu sudah menjadi jawaban terbaik atau belum. Aku takut salah jawab ya Allah.. Tolong jaga hatinyaa...











