Rekonstruksi Pemikiran Agama dalam Islam [Muhammad Iqbal]
Muhammad Iqbal adalah filsuf, penyair dan politisi Islam yang lahir di Sialkat, Punjab, Pakistan, 9 November 1877. Iqbal mengenyam pendidikan di sebuah Maktab (setingkat madrasah). Kemudian belajar di Scoth Mission School dan melanjutkan ke pendidikan Goverment College, Lahore. Pemikiran Iqbal banyak dipengaruhi oleh gurunya, ulama yang masyhur, Mulana Mir Hasan yang mendorong Iqbal untuk memperdalam kajian dalam bidang kebudayaan dan sastra Islam. Pada 1899 Iqbal memperoleh MA dan pada 1905 Iqbal meneruskan studinya ke Universitas Cambridge, London. Disinilah Iqbal memperdalam filsafat di bawah bimbingan McTaggart. Iqbal juga menyempatkan diri belajar di Universitas Munich, Jerman. Di universitas ini ia menulis tesis doktoralnya The Development of Metaphysics In Persia pada 1907 dibawah bimbingan Prof. F. Hammel.
Karier Iqbal dibidang pendidikan adalah sebagai pengajar kuliah filsafat dan sastra inggris. Tapi ia juga membuka praktek sebagai pengacara yang pada akhirnya membuatnya masuk ke dalam pergaulan politik di negerinya dan membawanya menjadi Presiden Liga Muslim India.
Didalam bukunya ini, The Recognition of Thought in Islam, kita akan melihat betapa Iqbal sangat rindu melihat Barat dan Timur tidak lagi berada dalam dua kutub dikotomis, tetapi dalam posisi yang saling mengisi. Obsesi Iqbal adalah terwujudnya saling pengertian spiritualisme antara Barat dan Timur sebagaimana yang telah diajarkan oleh Al-Quran mengenai persaudaraan universal umat manusia. Antara Barat dan Timur perlu ada saling pengertian, saling mengenal dan memahami satu sama lainnya. Pengenalan inilah yang pada akhirnya membuahkan toleransi, saling menghormati, dan saling mengagumi.
Jakarta, 11 Februari 2017
Dian Setyawati












