Pour moonbeams into the dark night of my thought, That I may lead home the wanderer 🌕. #MuhammadIqbal https://www.instagram.com/p/BsObWivlizl/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=yplq4itdx79q
seen from China
seen from Japan
seen from Japan
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Romania

seen from United States
seen from United States
seen from Ukraine

seen from Malaysia
seen from Lithuania

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Pour moonbeams into the dark night of my thought, That I may lead home the wanderer 🌕. #MuhammadIqbal https://www.instagram.com/p/BsObWivlizl/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=yplq4itdx79q
Tulisan-tulisan Muhammad dalam Bermula dari Cerita mengisahkan sosok-sosok yang tidak melulu terkenal yang berkaitan dengan sejarah islam-politik Indonesia. Cerita sang Abah, seorang PNS yang terdampak langsung oleh represi Orba adalah salah satu inspirasinya membuat tulisan-tulisan sejarah kecil (petite histoire) ini. Muhammad Iqbal, Bermula dari Cerita Abah: Pemikiran Islam, Politik Islam, dan Islam Tradisi, Yogyakarta, Tanda Basa, Mei 2022, xii+218 hlm, 85.000 #MuhammadIqbal #BermuladariCeritaAbah #ISlamTradisi #PenerbitTandaBaca #Tandabaca #KatalogJBS (di Jual Buku Sastra-JBS) https://www.instagram.com/p/CiEa0yFhc7u/?igshid=NGJjMDIxMWI=
आधुनिक काल के सर्वश्रेष्ठ शायर, प्रसिद्ध कवि, नेता एवं दार्शनिक मुहम्मद इक़बाल मसऊदी जी की पुण्यतिथि पर कोटिश: नमन। उन्होंने देशभक्ति गीत सारे जहाँ से अच्छा, हिन्दोस्ताँ हमारा… की रचना कर लोगों के अंदर राष्ट्रप्रेम की भावना को जागृत किया। उनकी रचनाएं सदैव प्रेरणा देती रहेंगी। #muhammadiqbal (at Bjpuph) https://www.instagram.com/p/CN6jJTWn6n-/?igshid=51lcd4xc0zn1
Muhammad Iqbal, Menyulut Api di Padang Ilalang, Pidato Politik Soekarno di Amuntai 27 Jan 1953, Yogyakarta, TandaBaca, Jan 2021, 175 hlm, 65.000 . . Perdebatan dasar negara antara golongan Islam dan golongan Nasionalis Netral Agama sama tuanya dengan umur Republik Indonesia. Perdebatan tersebut kembali mencuat saat pidato Presiden Sukarno di Amuntai pada 27 Januari 1953 dan membuat beberapa kalangan, terutama Islam, mempersoalkan pidato tersebut. Buku _Menyulut Api di Padang Ilalang_ ini meneroka beragam protes yang dilancarkan berbagai pihak di beberapa media massa kala itu dan menghadirkan beberapa aktor yang pernah hadir langsung saat pidato akbar Sukarno yang terkenal itu. . . #muhammadIqbal #menyulutapidipadangilalang #pidatopolitik #soekarno #sukarno #tandabaca #bukusejarah (di Kedai JBS) https://www.instagram.com/p/CK3TYrRHcFt/?igshid=1u6v0h29yn1rz
We are passionate about thoughts, and on a mission to share our knowledge with the world. Follow • Like • Comment • Share #MuhammadIqbal #AllamaIqbal #thoughts #birthanniversary #unclosedthoughts #feelings #philosophy #wallpaper #words #quotes #dailyquotes #quote #quoteoftheday https://www.instagram.com/p/CHXGr5QA-zs/?igshid=w3yswwu5r5b
#یوم_اقبال #IqbalDay is the #Birthday of #MuhammadIqbal on #9November. The day was a #PublicHoliday in all #Provinces and #Federal #AdministrativeAreas of #Pakistan until 2018. #Iqbal, a #Poet and #Philosopher, was a #GreatInspiration for the #PakistanMovement. Date: #Monday, #November9, 2020 Also called: Yōm-e Welādat-e Muḥammad Iqbāl. Iqbal day is organized and celebrated on 9 November #EveryYear in all the provinces as a tribute to #AllamaMuhammadIqbal, the "Poet of the East". Iqbal was born on 9 November 1877 in #Sialkot, within the #Punjab Province of #BritishIndia (now in Pakistan). He died on 21 April 1938 in #Lahore, Punjab, British India. The #GovernmentofPakistan has officially declared him the national poet. (at Ramay Villas) https://www.instagram.com/p/CHW_HzmFOMN/?igshid=11lff9gu3jm7x
Bir hücre köşesinde oturma ; Sahraya çık. Irmak kenarı hoştur. Otur, akan suyu gör. Nazlar yaratan nergis, Mart ayının sevgili bir ciğerparesidir. Onun alnından bir öp. Bir hücre köşesinde oturma; Sahraya çık. Muhammed İkbal {Peyâm-ı Meşrık} #muhammedikbal #peyamımeşrık #muhammadiqbal #hayırlıakşamlar #iyiakşamlar #goodevening #axşamınızxeyir #Καλησπέρα #Добрийвечір #Добрыйвечер #Bunăseara #Boanoite #Selamatmalam #Jóestét #Şevêbaş #안녕하세요. #おはよう #Buenastardes #शुभसंध्या #კარგისაღამო #Bonsoir #晚上好 #Добървечер #Dobroveče #Buonasera #مساء_الخير #عصر_بخير
Rekonstruksi Pemikiran Agama dalam Islam [Muhammad Iqbal]
Muhammad Iqbal adalah filsuf, penyair dan politisi Islam yang lahir di Sialkat, Punjab, Pakistan, 9 November 1877. Iqbal mengenyam pendidikan di sebuah Maktab (setingkat madrasah). Kemudian belajar di Scoth Mission School dan melanjutkan ke pendidikan Goverment College, Lahore. Pemikiran Iqbal banyak dipengaruhi oleh gurunya, ulama yang masyhur, Mulana Mir Hasan yang mendorong Iqbal untuk memperdalam kajian dalam bidang kebudayaan dan sastra Islam. Pada 1899 Iqbal memperoleh MA dan pada 1905 Iqbal meneruskan studinya ke Universitas Cambridge, London. Disinilah Iqbal memperdalam filsafat di bawah bimbingan McTaggart. Iqbal juga menyempatkan diri belajar di Universitas Munich, Jerman. Di universitas ini ia menulis tesis doktoralnya The Development of Metaphysics In Persia pada 1907 dibawah bimbingan Prof. F. Hammel.
Karier Iqbal dibidang pendidikan adalah sebagai pengajar kuliah filsafat dan sastra inggris. Tapi ia juga membuka praktek sebagai pengacara yang pada akhirnya membuatnya masuk ke dalam pergaulan politik di negerinya dan membawanya menjadi Presiden Liga Muslim India.
Didalam bukunya ini, The Recognition of Thought in Islam, kita akan melihat betapa Iqbal sangat rindu melihat Barat dan Timur tidak lagi berada dalam dua kutub dikotomis, tetapi dalam posisi yang saling mengisi. Obsesi Iqbal adalah terwujudnya saling pengertian spiritualisme antara Barat dan Timur sebagaimana yang telah diajarkan oleh Al-Quran mengenai persaudaraan universal umat manusia. Antara Barat dan Timur perlu ada saling pengertian, saling mengenal dan memahami satu sama lainnya. Pengenalan inilah yang pada akhirnya membuahkan toleransi, saling menghormati, dan saling mengagumi.
Jakarta, 11 Februari 2017
Dian Setyawati