Kenangan Kota Hujan
Setiap aku ada di titik terendah dalam 2 tahun ini, aku selalu merindukan semua yang ada di kota hujan. Banyak kenangan pahit dan manis disana yang tak pernah bisa dilupakan. Mulai dari kisah persahabatan, percintaan, kekeluargaan, hidup baru dalam Kristus dan masih banyak lagi. Di kota hujan persahabatanku pernah hancur tapi pada akhirnya Tuhan pulihkan semuanya. Kesan pertama di kota ini sebenarnya sangat tidak menyenangkan karena dulu kota itu bukanlah kota tujuanku. Awalnya aku tidak menikmati hidup disana, apalagi bulan pertama aku disana sudah jatuh sakit. Kejadian itu sebenarnya memalukan, karena begadang habis belajar untuk UAS matrikulasi dan terlambat makan akhirnya tumbang. Pagi hari tiba-tiba sesak nafas dan akhirnya digotong sama temen kosan yang sebenarnya aku ga kenal karena dia di kamar atas. Malu banget karena yang gotong itu cowok. *secara waktu itu kosan pertama masih kosan campur. Pagi-pagi digotong ke rumah sakit deket kosan yaitu RS PMI. Langsung dong sama dokternya di EKG dan ternyata sesak napas karena kelelahan dan kurang makan. *malu bgt ga sih, udah kayak seorang anak terlantar krn kurang makan. Kisah kedua yang membuatku di awal down adalah setelah sakit, nilai keluar dan hasilnya jelek dong. Saat itu juga nangis sendirian di kosan karena berpikir udah capek sampai sakit tapi hasilnya begitu. *Dulu masih mengandalkan diri sendiri dan akhirnya mengerti bagaimana berserah pada Tuhan Ada kisah lucu di awal perkuliahan, itu masih masa matrikulasi Sebelah kamar aku adalah kamar abang kelas yg mana mama dia dan mama aku temenan jadi aku sama dia jadi kayak sodara gitu. Nah aku ga tau kalau dia lagi pergi ke Tasik dan temannya dia yg jagain kamarnya. Pagi-pagi lewatlah depan kamar si abang ini mau ke dapur masak air, karena baru bangun ga pake kacamata jadi liat muka orang ga jelas. Aku senyuminlah temennya itu yang aku kira si abang, begonya masih ga sadar klo itu bukan si abang tapi orang lain. *mana dia ga ngomong lagi Setelah abis mandi mau keluar baru sadar karena udh pake kacamata *asli itu malunya minta ampun Ternyata dia itu senior yang sejurusan sama aku dan kakak asistensi di kuliah agama kristen jd di kampus sering ketemu. *asli malunya ga ketulungan Tanpa kusadari ternyata dia udah suka sama aku sejak kejadian senyuman memalukan itu. *tapi aku ga ada perasaan sama dia Dia jadi bersikap aneh gitu kan jadi canggung, blm lagi perlakuan dia buat risih Dia jadi sering dong datang ke kosan dan alasannya nimbrung di kamar si abang. Lucunya dia ga berani jujur langsung sampe si abang sok” teriak dari kamar bilang “Ah lu cupu” *maksudnya biar aku dengar (si abang ini emang suka iseng) Lebih ga nyaman karena dia pamer sama adek asistensinya (yg notabene adalah teman kelompok kecil/KTB) klo dia suka sama aku padahal dia ga berani ngomong langsung. Jadi ga enak karena setiap berpapasan jadi dicie-ciein sampe kakak” asistensi lainnya ikutan. *kan ga lucu Setelah dia sidang tahun depannya dia jujur melalui medsos. *ga banget sbnrnya Pada saat itu juga aku lagi suka sama orang lain. Ada sebuah kisah terindah adalah saat aku suka sama “dia”, ya dia yang paling susah dilupain. Dia salah satu abang (disana panggilnya kakak) asistensi Awalnya aku ga ngeh ada keberadaan dia sampai tiba momen foto bersama setiap adik” asistensi dan kakak” asistensi. Dia yang jadi fotografernya dong, saat dia pegang kamera dan jepret”-lah aku tiba-tiba terpesona sama dia. *sebenarnya mengingatkan aku pada seseorang di SMA yang jg fotografer Dengan polosnya habis asistensi aku tanya ke temen aku, nah aku orangnya to the poin pula Aku tanya dengan gamblang “eh sel itu tuh kakak yang itu namanya siapa? Kok ganteng sih? aku ga pernah liat loh” *Aku nanya begitu krn aku udh akrab sm tmn yg satu ini Dia langsung ketawa jawabnya “Masa kau ga kenal sama abang itu? dulu di acara penyambutan mahasiswa baru dia yg jadi fotografer loh. kau kemana aja kok baru sadar kau ada dia? namanya si .....” Kisah yang lucu sih haha... Dari situ aku mulai enjoy hidup di kota hujan Mulai ikut organisasi dan kepanitiaan. Hari retreat PMK tibalah dan itu kejadian campur aduk karena ada si kakak yg naksir dan ada dia. Tapi kisah retreat itu menjadi awal yang indah karena itu perkenalan perdanaku dengan dia. *dikenalkan sama anca sih beberapa bulan dan tahun berlalu dan tahun 2013 aku mulai sadar ada gayung bersambut antara aku dan dia. Aku berpikir mungkin ini sebuah kesempatan. Tapi ternyata karena dia lulus, kita jarang bertemu. Aku dengan kuliahku dan dia dgn kesibukannya. Akhirnya kita benar-benar ga pernah ketemu lagi. Tahun berikutnya aku sibuk TA dan aku dapat kabar dia jadian sama wanita lain. Saat itu juga aku putuskan untuk move on dan mungkin krn aku jg sibuk TA. Pertemuan terakhirku dengan dia adalah tepat pada hari wisudaku. *dan sebenarnya itu menyakitkan sih Walau itu sudah berlalu, ga tau kenapa kalau lagi kesepian tiba” ingat dia *padahal dia udah melukai hatiku Tapi aku ga pernah bisa benci dia sampai saat ini. Di kota hujan jg aku bertemu kakak” dan teman” yang cinta Tuhan dan membawaku pada hidup yang baru, hidup di dalam Kristus. *dulu hatiku keras bgt loh tapi Tuhan bnr” bs lembutkan hatiku. Aku merindukan kota ini dan segala memori yang ada, pahit maupun manis















