Memimpikan Seseorang dari Masa Lalu
Mengapa kamu muncul lagi? Aku menjadi sendu ketika kehadiranmu di mimpiku dengan keadaan seperti itu. Memang kamu pernah secara perlahan masuk ke hatiku. Tapi sekarang kamu hanya sebuah masa lalu. Aku tidak ingin hatiku goyah karena kamu yang muncul di mimpiku. Menanyakan kabarku dan keluargaku sama seperti dulu kau selalu menanyakan kabarku. Hatiku kembali membuka luka yang terpendam sangat dalam. Aku menjadi sendu mengingat wajahmu saat kelihatan tidak peduli tapi sebenarnya sangat mengkhawatirkanku.
Mengapa kau muncul di saat aku sudah terbebas dari semua perasaan itu? Bahkan ketika aku sudah tidak membencimu lagi dan memaafkan atas semua yang terjadi. Aku hanya ingin meninggalkanmu di masa laluku. Tapi mengapa kamu harus muncul lagi? Aku merasa aku tidak memikirkanmu lagi tapi mengapa tiba-tiba kau datang ke mimpiku? Apa yang ingin kamu sampaikan? Aku hanya berharap kita bahagia dengan kehidupan masing-masing saat ini. Kamu memang pernah menjadi sosok yang sungguh perhatian. Aku tau kita pernah sama-sama saling mendoakan hingga menitikkan air mata. Aku tau kamu pernah begitu menyayangiku. Aku merasakan itu dari setiap tatapanmu, perlakuanmu, sentuhanmu, dan perkataanmu. Tapi ada hal yang tidak bisa membuat kita bersama. Ada hal yang membuatku tidak yakin denganmu. Aku tidak bisa mempercayakan sisa hidupku untuk hidup bersama kamu. Aku pernah belajar menyayangimu, belajar menerima kekuranganmu, belajar memahamimu. Tapi tak bisa yakin hidupku akan bahagia bersamamu. Aku memang pernah berharap kamu adalah yang terakhir dan menjadi seseorang yang tepat. Aku memang sempat bertanya-tanya berdoa selama beberapa bulan apakah kamu orangnya. Tapi sang pencipta memberikanku jawaban dengan sesuatu yang dapat aku lihat dengan jelas. Karena jika tidak dengan begitu aku akan ngeyel dan mempertahankan perasaanku seperti kisah-kisah sebelumnya. Kita hanya masa lalu jadi tolong jangan datang lagi ke mimpiku. Aku tak mau bersedih lagi untuk setiap kenangan indah dan buruk yang pernah terukir. Cukup hanya sampai saat pertemuan terakhir kita saja 2 tahun lalu. Peranmu di hidupku sudah selesai. Aku hanya berharap kau bahagia dan aku pun bahagia dengan orang yang tepat. Kita masing-masing mendapatkan kebahagiaan kita. Song: Paul Kim - Me After You











