Karena yang Dibawa
Rasulullaah Muhammad tidak ajarkan naik pitam saat Islam difitnah melalui diri-diri yg membawanya. Rasulullah ajarkan untuk tetap tenang, stay cool, tapi keep moving to spread the world with Islam. Non stop moving sampai Allah sendiri yang menurunkan tangan-tangan-Nya. Rasul tidak ajarkan balas serang saat Islam dihina. Saat fisik diancam, baru Rasul turun tangan. Dan semua itu terjadi saat Islam telah memiliki pasukannya yg teguh bagai pohon dengan akar terkuat. Kini Islam difitnah. Dimana-dimana. Maka, jadilah duta Islam yg terus beruswah kepada Rasul. Dia tidak difitnah, dihina, diejek, dicemooh karena sikapnya (akhlaq perbuatannya) yg buruk. Dia adalah al-Amin, pemuda baik hati, cerdas, tenang dan hampir tidak ada celah untuk menemukan keburukannya. Bukan soal siapa dia, namun apa yg dia bawa merupakan tandingan terhadap kebathilan yg terjadi pada saat itu. Apa yg dia bawa merupakan ancaman besar terhadap sistem bathil saat itu. Sebagai duta Islam, pembawa Islam, mengemban amanah untuk mengajak sebanyak-banyaknya kembali manusia ber-Illah kepada Rabb-nya, maka jadilah diri yg berfleksi jelas perbuatannya terhadap kearifan sebuah sikap. Jadilah sosok yg berakhlaqul karimah (akhlaq yg baik kepada Allah), agar bukan karena sikap kita Islam tertindas, namun karena memang murni sikap mereka yg menolak kebathilan. Jumat, 13 Januari 2017 6.24 am Sebelum lari pagi












