Suara Paling Asing Dik, saat dunia sedang bising-bisingnya menuntutmu menjadi sempurna. Aku bersedia jadi rumah tempat mu berteduh dari jalanmu yang terluka. Seraya mengelus kepalamu dengan suara yang meyakinkan mu “Bahwa ada aku dalam setiap keadaan mu dan doa ku menyertai Langkah mu” Ijinkan aku menjadi jeda diantara riuhnya isi kepalamu Dan bahuku menjadi tempat paling hangat untuk merebahkan segala Lelah atas segala tuntutan yang datang pada mu. Pada apapun keadaanmu Aku akan menjadi sorak paling bangga. Selama dirimu tetap Bahagia Dan tempatku melihat segala keindahan Tidak lagi diterpa hujan. Dan dari banyaknya buku yang aku baca Kau adalah cerita yang selalu ku nantikan. Aku mencintai mu, Dik.
Riddleword













