-Perempuan di Titik Nol-
Patriarki sebuah sistem sosial yang beberapa waktu terkakhir kembali menjadi perbincangan, untuk saya terutama. Secara sederhana patriarki bisa pahami sebagai sistem sosial dimana laki-laki ditempatkan lebih tinggi daripada perempuan dengan semua kekuasaan yang bisa didapatnya. Apa jadinya jika ada seorang perempuan yang dibesarkan dengan sistem sosial patriarki dengan semua kejahatan yang terjadi di depan matanya dari orang-orang terdekat. Apa yang terjadi di kehidupannya membentuk pola pikir bahwa semua laki-laki sama, sama jahatnya. Laki-laki yang seharusnya menjadi pelindung malah menjadi sumber utama trauma seorang perempuan.
Ibunya yang mendapat perlakuan buruk jika tidak memenuhi keinginan ayahnya, dirinya yang kelaparan padahal ayahnya memiliki makanan, pamannya yang sering memperlakukan hal tidak baik kepada dirinya, bahkan diakhir cerita dia bertemu dengan seorang laki-laki asing yang kemudian menjadi plot twist buruk dalam hidupnya.
Dengan latar belakang kehidupan yang seperti itu, perempuan bernama Firdaus ini memilik jalan hidup sebagai pelac*r yang sukses. Sebuah pilihan yang menyebalkan menurut saya. Kenapa tidak berusaha memperbaiki hidupnya? Kenapa malah memilih jalan hidup lebih buruk dari sebelumya? Tetapi dalam novel ini penulis membawa pembaca mengerti dengan jalan pikiran Firdaus, semua pertanyaan tadi akan muncul ketika membaca sampai pertengahan. Tapi ketika sudah sampai akhir, pembaca akan mengerti alasan pilihan Firdaus.
Kesimpulan yang saya dapat dari buku ini adalah bahwa patriarki terbentuk ketika perempuan tidak dihargai. Btw, saya sangat membuka diskusi untuk hal ini yaa, atau kalau pemikiran saya keliru boleh banget untuk diluruskan.













