GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY yang baru Ghofar Ismail untuk mengubah gaya kerja dari pola yang kaku menjadi kolaborasi berbasis data guna menjawab ekspektasi publik yang kian tinggi.
Pasalnya, kepemimpinan di era disrupsi ini tidak lagi bisa dijalankan hanya sebagai rutinitas administratif. Hal itu diungkapkan Sri Sultan seusai acara pelantikan Kepala DPMPTSP DIY, Kamis (12/1).
Menurut Sri Sultan, efektivitas organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang canggih, melainkan kualitas relasi kerja di dalamnya. Selain itu, Sri Sultan juga menyinggung konsep leader member exchange (LMX). Dalam hal ini pemimpin harus hadir, mendengar, dan berjalan bersama timnya.
"Strategi boleh tepat, sistem boleh canggih. Tetapi, tanpa kepercayaan antarmanusia, keduanya tidak akan menghasilkan dampak. Ketika kepercayaan tumbuh, perintah berubah menjadi kesepahaman dan pekerjaan bertransformasi menjadi kolaborasi," tegas Sri Sultan.

















