Bitung, BP: Keluhan warga terhadap penjualan gas Elpiji ukuran 12 Kg di nilai sangat mahal harganya mencapai Rp.135 ribu tak sesuai harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp.70.000an bakal di tindaki DPRD Bitung.
Ketua Komisi B, Ronny Boham SSos dan Wakil ketua Komisi C, Drs Lexi Maramis menyatakan, keluhan warga tersebut akan ditindaklanjuti kepada instansi terkait seperti Bagian Perekonomian, Dinas Perindag, terutama pihak Pertamina dan agen elpiji yang ada di kota Bitung.
Lebih lanjut Boham dan maramis mengatakan, jika ternyata harga penjualan elpiji ukuran 12 kilogram itu terlalu mahal dan jauh berada di atas HET nasional, maka akan di panggil pihak-pihak terkait untuk di mintai penjelasan. Kata Maramis terkait sorotan warga bahwa penjualan elpiji 12 kg itu hanya dimonopoli oleh agen tertentu yang di dalamnya memperoleh kesepakatan pihak Pertamina itupun akan di perhatikan.
Menanggapi permintaan warga tersebut Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Bitung, Oktaf Kandoli SE,MSi mengatakan pemerintah kota melakukan intervensi terhadap harga dan penjualan elpiji 12 Kg sudah direncanakan tetapi pihaknya masih akan meminta petunjuk dari pimpinan. (mo/bp)











