Pertama kali memutuskan untuk menulis di tumblr, niat awal saya memang ingin menulis cerita dan kenangan bersama keluarga. Dari cerita yang biasa tapi berkesan sampai kenangan yang memberi pelajaran. Tentang obrolan bersama suami dan anak-anak yang seringkali hanya saya rekam lewat ingatan.
Mungkin hanya tulisan ringan. Tapi gak menutup kemungkinan saya juga akan menyimpan catatan refleksi tentang parenting dan quran insight disini.
Sekali waktu mungkin saya juga akan menulis dengan topik yang acak, apa yang ada di kepala akan saya tuliskan (selagi baik untuk dibagi). Karena jujur sebagai orang yang (mengaku) introvert, pikiran saya ini sering ramai. Maka semoga disini saya belajar untuk bisa mengurainya.
Oke, kembali ke niat awal. Suatu hari saya pernah mendengar Ustadz Budi menyampaikan tentang hasab. Lalu dalam kajiannya beliau memberikan tugas kepada kami untuk mencari tahu hasab dari keluarga kami masing-masing. Apa itu hasab? .
Saat akan menikah, ada banyak sekali pertimbangan yang menjadi sebab bagi seseorang untuk memilih calon pendampingnya. Bagi umat muslim tentunya pertimbangan-pertimbangan tersebut harus tetap berada dalam koridor yang ditetapkan Allah dan disunnahkan Rasulullah.
Salah satu diantaranya adalah memperhatikan nasab dari calon pendamping. Tapi ternyata bukan hanya nasab yang harus kita perhatikan, Ustadz Budi menyampaikan bahwa disamping nasab ada hasab keluarga yang juga perlu kita pertimbangkan.
Lho apa bedanya nasab dan hasab?
Nasab berkenaan tentang garis keturunan atau ikatan kekeluargaan seseorang. Sementara hasab lebih dari itu, selain garis keturunan kita juga harus menelisik lebih jauh tentang sejarah keluarga kita mulai dari apa potensi yang dimiliki ayah & ibu, nenek & kakek serta buyut kita? Adakah hal baik dari mereka yang bisa kita tiru, atau adakah hal buruk yang bisa kita ambil pelajarannya agar tidak terulang dalam keluarga kita?
Setelah mendapatkan kajian tentang hasab, maka kami pun mulai mencari tahu tentang kepribadian, keahlian, serta perjalanan berkeluarga kakek, nenek, buyut, dan orang tua kami masing-masing.
Sampai kami pun menemukan suatu hal unik, ternyata ada keahlian yang mirip dari Abi dan mama mertua, sama-sama suka menulis dan dua-duanya sudah membuat buku. Kami pun tersadar bahwa potensi berkarya melalui tulisan itu juga menular dalam diri kami, anak-anaknya. Sehingga kami coba menyimpulkan bahwa hasab keluarga kami memiliki potensi kebaikan di ranah kepenulisan. Kira-kira seperti itulah contoh sederhana dari hasab keluarga.
Apa manfaatnya mengetahui hasab keluarga?
Menurut Ustadz Budi, dengan memahami hasab keluarga kita sebelumnya, kita akan lebih mudah dalam memetakan kekuatan potensi keluarga kita sendiri. Lebih jauh lagi kita pun bisa menentukan hal apa yang dapat keluarga kita kontribusikan bersama untuk kepentingan umat.
Bagi kami sendiri perjalanan mencari tahu hasab keluarga ini menjadi sesuatu yang sangat menarik, karena dengannya kami bisa kenal lebih dekat keluarga besar kami.
Dengan mengetahui hasab keluarga, kami mendapat banyak inspirasi dari hal baik yang kami temukan pada mereka, pun saat menemukan hal buruk kami menjadi tersemangati untuk memperbaikinya agar tidak berlanjut pada keluarga kami.
Nah, dengan menulis sebenarnya saya sedang berusaha menyimpan jejak untuk anak-anak menemukan hasab keluarga suatu hari nanti, InsyaAllah.
Melalui tulisan-tulisan saya mungkin nanti mereka juga akan mengetahui apa yang sedang kami perjuangkan bersama, apa yang menjadi prinsip dalam keluarga, aktivitas apa yang sering mereka ulang sejak kecil, dan hal sederhana lainnya tentang keluarga kami.
Semoga kelak mereka berkenan menyempatkan waktu, untuk membaca tulisan sederhana bundanya. 🙂