وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
Alur qur'an dalam menyampaikan perintah ini bagiku menarik..
Di ayat 23, ketika Allah menyampaikan perintah untuk menyayangi orang tua yang berusia lanjut, Allah sampaikan juga larangan untuk tidak berkata 'ah' di depan keduanya. Barulah Allah sampaikan ayat ini..
Baik mama mertua, umi dan abi juga pernah bilang, semakin berusia perasaan orangtua itu semakin sensitif. Allah seakan tengah mengingatkan kami untuk lebih memahami kondisi keduanya.
Rangkaian ayat ini menyadarkan aku untuk lebih berhati-hati lagi saat berinteraksi dengan orangtua. Berusaha untuk menjaga hati mereka dengan tidak mengedepankan egoku saat berbicara. Karena, adakalanya anak merasa lebih pintar dari orangtua. Padahal setinggi apapun ilmu anak ketika di depan orangtua Allah berfirman, "rendahkan dirimu….."
Allah segitu sayangnya pada orangtua kita, sampai mewanti-wanti sang anak untuk gak melukai hati mereka meskipun hanya mengucap ah.
Di satu sisi, menjelang usia senja, orangtua juga akan semakin melemah terutama dari sisi fisik dan ingatan. Sunnatullah ini yang akan jadi ujian bagi anak saat menjaganya suatu hari nanti.
Tapi, kemudian lihat di ayat ini, setelah Allah perintahkan kita untuk berbuat ihsan pada kedua orang tua, Allah ajak kita flashback ke masa kecil. Masa dimana kita masih lemah dan tidak mampu mengingat banyak hal, termasuk bagaimana kasih sayang yang penuh dari keduanya untuk kita.
Coba deh inget2, gimana kasih sayang umi dari saat mengandungmu sampai lahir? Bisa ingat detailnya gak? Atau gimana perjuangan abi dalam menafkahimu sejak dalam kandungan? Gak ingat kaan...Kita cuma bisa dengar sedikit cerita dari begitu baaaanyaak perjuangan yang orangtua lewati saat mengasuh dan mendidik kita.
Itulah hikmahnya kenapa kita meminta Allah untuk menyayangi keduanya seperti saat kita masih kecil. Karena kita gak tau betapa banyak kasih sayang yang sudah orangtua curahkan pada kita saat itu, tapi Allah Maha Tau semuanya dan hanya Allah sebaik-baik pembalas untuk segala pengorbanan keduanya :')
Selain itu, Allah ingin di usia orang tua kita yang semakin senja, kita pun berusaha menjaga mereka dengan penuh kasih sayang, sebagaimana mereka menjaga kita waktu kecil dengan penuh rasa sabar dan syukur.
Rasa sayang dan pengorbanan yang bahkan kita tidak pernah mengingatnya. Rasa sakitnya melahirkan, waktu tidurnya yang berkurang, peluhnya yang bercucuran untuk mendidik dan mengasuh kita :')
Setelah menjadi orangtua aku semakin mengerti, mengasuh anak itu perjuangannya bukan main. Begitupun yang umi dan abi rasakan dulu ketika mengasuhku.
Maka Nisa, ingat terus ayat ini ya!
Resapi sampai masuk ke hati.
Umi dan Abi usianya semakin senja. Ada banyak ladang pahala dihadapanmu.
Sebelum usia mereka usai, atau mungkin usiamu yang lebih dulu usai, pastikan mereka ridha kepadamu. Karena ridha merekalah yang menjadi kunci untuk mendapat ridhaNya.
Mau masuk surga kan? Carilah keridhaan umi abi dengan segenap kemampuan. Mastatha'tum...