Edeilweis Lambang Keabadian
Eidelweis, pelambang keabadian. bunga yang hanya dapat ditemukan di daerah pegunungan dan daerah dingin, namun ketika kamu membawanya ia mampu bertahan dalam kondisi apapun. Tumbuh tidak sembarangan. Dilindungi oleh ranger –penjaga taman nasional. Untuk mendapatkannya butuh perjuangan dan usaha keras. Bahkan badan kekar saja tidak cukup untuk meraihnya, tekad dan semangat juga diperlukan untuk mendapatkannya.
Kamu tahu, ada cerita menarik tentang Eidelweis ini. ada beberapa pemuda yang sedang mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa –Gunung Semeru. Di tengah perjalanan pulang pemuda itu menemukan kumpulan bunga eidelweis di tengah jalan. Dengan semangat salah satu pemuda itu mengambil dan memasukannya ke dalam botol tempat minum yang mereka bawa. “Bunga ini langka, Cuma ada beberapa di taman nasional di Jawa.” Ucap salah satu dari mereka. Singkat kata, mereka membawa bunga-bunga itu dalam beberapa botol. Dasar pemuda, beberapa dari mereka tahu, mengambil bunga itu adalah sebuah pelanggaran. Pelanggaran membawa konsekuensi dan hukuman. Benar saja.
Tidak lama setelah pemuda itu beristirahat, ada beberapa orang mendekat. Awalnya ia ramah, menanyakan bunga-bunga yang dibawa. Namun, pada akhirnya. Ternyata pria dewasa yang menghampiri gerombolan pemuda itu adalah penjaga gunung semeru. Alhasil, dengan malu keempat pemuda itu harus diringkus petugas dan merasakan hukuman akibat tindakan ‘kriminal’nya.
Bukan disini yang mau ku bagikan. Tapi coba lihatlah bunga yang satu ini. bunga berwarna coklat ini adalah bunga langka yang hanya dapat ditemukan di daerah dingin. Didapatkan dengan perjuangan bukan dengan cara instan. Betapa beruntungnya mereka yang dapat menemukan sendiri bunga eidelweisnya. Entahlah, bagiku eidelweis ini adalah lambang keabadian cinta. Kapanpun kamu mengambilnya, ditempatkan didaerah manapun ia akan tetap menjadi bunga yang sama. Selama kamu tidak merusak dan membuangnya, ia akan tetap menjadi bunga yang sama sebagaimana kamu mendapatkannya di awal. Menarik!