Cinta dan jarak
Maafkan suamimu yang kian waktu kian pula gugur kasih sayangnya, dimatamu.
Tetapi, Cintaku.
Segala rasa yang ada, sungguh tak pernah berubah, terlebih lagi hilang.
Bukankah sebaik-baiknya benih, kelak ia akan menjadi kecambah, tunas, dan terus bertumbuh?
Pun dengan rasa-rasaku untukmu.
Tak ada kata gugur atau hilang, yang ada adalah kata bertumbuh.
Jika sebelumnya kita kerap memanjakan hati kita dengan gelak-tawa, kedekatan-kedekatan, juga kehadiran-kehadiran;
Maka untuk sepenggal waktu yang kian terpenggal ini, aku ingin mencintaimu dalam hening, dalam peluh-peluh terbaikku, dalam dekap-dekap terhangatku.
Cinta tak pernah hilang
Meski nampak tak bertumbuh, dan tak mengembang, sejujurnya ia sedang mengakar, merambat, saling menumbuhkan, dan saling memberikan ruang.
Jarak tak akan pernah ada
Meski nampak semakin jauh jarak, dan semakin keluh usaha kita dalam lipatan-lipatan waktu, nyatanya jarak tak pernah ada, sehingga aku akan selalu berada, dan mendekapmu, disisiku (jangan pernah menjauh)
Kemarilah, sayangku.
Sebab antara kita, cinta tak pernah, dan jarak tak pernah ada.










