Suatu ketika, Al-Atabi menelusuri sebuah jalan di kota Basrah dan melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bercanda dengan seorang lelaki tua yang buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, lelaki tua itu akan tertawa. Al-Atabi merasa penasaran dan memberanikan diri bertanya kepada wanita itu, "siapa laki-laki itu?" "Dia suamiku," jawab wanita itu. "Kamu ini begitu cantik, bagaimana bisa bersabar dengan suami yang seperti itu?. Ini benar-benar membuatku penasaran," kata Al-Atabi. "Barangkali kami sedang diajari sesuatu. Mendapat wanita sepertiku, suamiku akan bersyukur. Dan mendapatkan suami sepertinya, aku akan bersabar. Bukankah orang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga?. Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?". Al-Atabi meninggalkan wanita itu dengan penuh kekaguman.
Buku Untuk Dibaca oleh Erick Namara










