Open Donasi Operasi Mata Kucing
Hay onty ongkel… Para pecinta meong….. Silahkan klik link ini untuk donasi.
https://m.kitabisa.com/bantuboyoperasimata

No title available
todays bird

oozey mess
Claire Keane
Fai_Ryy
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
tumblr dot com
EXPECTATIONS

Kiana Khansmith

Origami Around

if i look back, i am lost
YOU ARE THE REASON

gracie abrams
Game of Thrones Daily
untitled
Today's Document
macklin celebrini has autism
Noah Kahan
Sweet Seals For You, Always
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from Austria

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Spain
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
@yunitakazunari
Open Donasi Operasi Mata Kucing
Hay onty ongkel… Para pecinta meong….. Silahkan klik link ini untuk donasi.
https://m.kitabisa.com/bantuboyoperasimata
Seadanya
Kebiasaan berbuka dengan sederhana sebenarnya adalah niat dari diri kita. Kebiasaan itu jugalah yang membuat saya tidak terlalu minat menyiapkan menu bukaan yang macam-macam atau ini itu.
Dan hari ini sepulang dari dinas luar kota, flight jam 2, sampai Ibukota jam 4, dilanjut lagi dengan perjalanan dengan taxi online menyusuri kemacetan ibukota. Dikarenakan daerah tujuan saya itu melewati ganjil genap, akhirnya bapak driver mencari jalan lain agar tidak kena jalur tersebut.
Bayangkan kami melewati kawasan Benhil, dari jam 5 sampai dengan adzan berkumandang dan saat berbuka tiba. Si bapak driver membelokkan miboilnya dan parkir pinggir jalan untuk berbuka. Dan saya, ya saya tetap saja bersahaja duduk dimobil. Untungnya bekal air minum saya bawa dari hotel dan ada sedikit waffer sisa cemilan saat dinas. Yesss, i do it. Buka dengan air mineral dan waffer rasa sudah begitu cukup bagi saya. Yaaa begitulah, buka dengan makanan dan minuman seadanya itu nikmatnya beda. Alhamdulillah.
Jakarta, 14 Juni 2017.
Sayap-Sayap Patah
“Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin itu. Semua perkara yang dialaminya selalu baik. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, dan jika mengalami kesulitan ia bersabar. Hal seperti ini jelas hanya ada pada diri seorang mukmin.” (HR. Muslim)
Tanpa disadari, kita memiliki ‘sayap-sayap’ yang tak kasat mata. Sayap-sayap itulah yang bisa kita gunakan untuk menyusuri setiap lengkung-lengkung perjalanan dalam hidup, tanpa peduli jarak, musim, atau medan perjalanan. Apakah itu? Adalah sabar dan syukur, keduanya bagai sayap kanan dan kiri yang bisa membawa kita terbang merendah dan meninggi. Ketika ujian-ujian menjadikan kita merasa kecil dan rendah, kepak sabar dan syukurlah yang mengangkat kita untuk tetap tegak hingga bisa tetap terbang menuju pada keridhoan-Nya. Sebaliknya, keduanya juga bisa menerbangkan kita ke arah yang lebih rendah guna menahan kita yang meninggi karena nikmat-nikmat yang didapat.
Umar bin Khaththab pernah mengatakan, “Andaikan sabar dan syukur adalah tunggangan, aku jadi tak peduli mana yang harus aku kendarai.” Seharusnya memang demikian, sebab, sabar dan syukur adalah ciri khas kehidupan seorang mukmin. Jika tidak sedang bersabar, pastilah ia sedang bersyukur. Jika tidak sedang bersyukur, pastilah ia sedang bersabar. Tapi, apakah hal itu terjadi pada diri kita dalam keseharian yang kita jalani, dalam peran hidup yang kita lakoni, dan dalam ujian-ujian yang kita hadapi?
Aku tidak tahu apa yang persis terjadi pada kalian, aku hanya tahu apa yang terjadi pada diriku sendiri. Entahlah, sayap-sayap itu seringkali patah, kawan! Bukan dipatahkan keadaan, tapi aku yang sengaja atau tanpa sengaja mungkin mematahkannya sendiri. Betapa tidak, ujian kerap kali menggodaku untuk melupakan sabar, pun kebahagiaan yang juga menggodaku untuk longgar terhadap syukur. Aku kalah, pantas saja jika mungkin ternyata aku memang tidak terbang kemana-mana, sebab sayapku patah oleh ulahku sendiri. Bagaimana denganmu?
Bagaimana pun, semoga kita terus berupaya untuk menyediakan ruang dan waktu agar bisa terus belajar dan memperbaiki diri. Semoga dalam bentuk apapun ujian itu datang, entah kesedihan atau kebahagiaan, kita tetap bisa terbang dengan dua sayap dalam genggaman. Sabar dan syukur, semoga sayap-sayap itu tak patah berkali-kali.
7 Indikator Kebahagiaan Menurut Al-Qur’an
1. QOLBUN SYAKIRUN
Hati yg selalu bersyukur. Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. (QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)
2. AL-AZWAJU SHALIHAH
Pasangan hidup yang sholeh. Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula. (QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)
3. AL-AULADUL ABRAR
Anak yg sholeh/sholehah. Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah. (QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)
4. AL-BAIATU SHOLIHAH
Lingkungan yg kondusif untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah. (QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)
5. AL-MALUL HALAL
Harta yang halal. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. (QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)
6. TAFAKUH FID-DIEN
Semangat untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. (QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)
7. UMUR YANG BAROKAH
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).
اَلْحَمْدُاللّهِ رَ ب العَا لَمِيّن
Reminder: H-42 Ramadhan
sumber: Group WhatsApp Kantor
Diriwayatkan bahwa iblis menjerit penuh derita empat kali, yaitu : 1. Saat iblis dilaknat oleh Allah, 2. Saat iblis dikeluarkan dari surga oleh Allah, 3. Saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan, 4. Saat diturunkannya surat Al-Fatihah
Dari Buku Api Tauhid oleh Habiburrahman El Shirazy, disadur dari Rawai' al Sirah, Aidh Al Qarni hal. 17.
Perempuan yang Membuat Aku Cemburu
Diam-diam, aku adalah perempuan yang menyimpan cemburu. Dengar dulu, cemburu tak melulu soal cinta!
Aku cemburu, pada perempuan hebat yang mampu dengan anggun menguasai dirinya sendiri : bertanggungjawab terhadap hidupnya tanpa perlu susah payah membuat orang lain mengkhawatirkan keadaannya. Getirnya hidup membuatnya kuat karena seluruh dirinya teruji dengan baik. Ah, cantik!
Aku cemburu, pada perempuan menyenangkan yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya. Sikapnya yang santun, senyumnya yang lembut dan pandangannya yang teduh membuat orang lain betah berlama-lama duduk di sebelahnya. Ah, cantik!
Aku cemburu, pada perempuan-perempuan cerdas yang dengan kecerdasannya ia mampu menjadi pelita. Ia tak perlu mengabarkan apa-apa pada dunia, karena semesta dengan sendirinya paham bahwa dia menyimpan banyak hal menakjubkan di balik sosoknya yang sederhana. Seperti langit yang tak perlu membuat pengumuman tentang betapa tingginya ia. Ah, cantik!
Aku cemburu, pada perempuan yang pandai menjaga diri dan hatinya. Tak peduli sedang bersama dengan siapa, ia tetap memegang prinsip bahwa kecantikan dan keindahan fisik dan hatinya hanya untuk suaminya saja.
Aku cemburu, pada perempuan yang rela menukar segala mimpinya untuk memenuhi ketaatan pada imamnya. Tangannya cekatan melakukan kebaikan, kakinya sigap melangkah menuju kebaikan dan seluruh dirinya siap menjadi seorang yang mampu menjaga amanah dengan baik. Baginya, menjadi Ibu yang membanggakan jauh lebih membanggakan daripada membuat dirinya bangga untuk konsumsi pribadi. Ah, cantik!
Aku cemburu. Bukan pada dia yang lebih cantik. Tapi pada dia yang menjadi syurga sebelum syurga.
Beberapa waktu lalu saya mendengar kajian Ust. KH Bachtiar Nasir (pimpinan AQL). Ada point yang sangat menarik bagi saya dan teringat terus dikepala yaitu : “ Agama seseorang sangat dipengaruhi oleh agama temannya. Siapa teman kamu begitulah kamu”. Sabda Rasullah s.a.w juga menjelaskan bahwa : “Bagaimana cara hidupmu, begitulah cara matimu. Seperti apa cara matimu seperti itu pula cara kamu dibangkitkan dari kuburmu”. Jadi, analoginya dengan siapa kamu berteman dalam hidupmu, dia nanti akan berteman dalam kuburmu. Bersama siapa kamu dalam kuburmu maka bersama dia kamu dibangkitkan dari kuburmu.
Petikan kajian dari KH. Bachtiar Nasri
KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI (36 Pertanyaan Yang Harus Kita Jawab) ————————————————- Saudaraku…. Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan. Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini. - 1) Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .? - 2) Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .? - 3) Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .? - 4) Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .? - 5) Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .? - 6) Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .? - 7) Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .? - 😎 Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .? - 9) Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :“Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga”. - 10) Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :“Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka”. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya : “Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :“Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :"Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka”. [Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6] - 11) Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .? - 12) Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .? - 13) Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .? - 14) Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala .? 15) Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .? - 16) Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .? - 17) Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur”. [Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya] - 18) Apakah anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ? - 19) Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab .? - 20)Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? [Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent] - 21) Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula. - 22) Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .? - 23) Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .? - 24) Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .? - 25) Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja .? - 26) Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .? - 27) Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .? - 28) Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .? - 29) Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .? - 30) Apakah anda mengucapkan “Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun” jika mendapatkan musibah .? - 31) Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini : “ Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu ( Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui”). Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. [Lihat Shahih Al-Jami’ No. 3625] - 32) Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .? - 33) Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .? - 34) Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .? - 35) Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .? - 36) Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .? - Saudaraku .. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah. ______ Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah [Risalah ini dinukilkan dari buku saku Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah,
Pada saat segala sesuatunya memburuk, sebenarnya yang memburuk adalah siatuasinya, bukan kita. Kita masih bisa berusaha. Dan sering kali justru pada saat situasi benar-benar buruklah, karakter kita yang sebenarnya terbentuk. Masalah sebenarnya bukan situasi itu, masalah sebenarnya adalah apakah kita membiarkan masa depan kita menjadi lebih terpuruk atau bangkit dan memperbaikinya?.
Buku Unuk Dibaca by Erick Namara
Suatu ketika, Al-Atabi menelusuri sebuah jalan di kota Basrah dan melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bercanda dengan seorang lelaki tua yang buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, lelaki tua itu akan tertawa. Al-Atabi merasa penasaran dan memberanikan diri bertanya kepada wanita itu, "siapa laki-laki itu?" "Dia suamiku," jawab wanita itu. "Kamu ini begitu cantik, bagaimana bisa bersabar dengan suami yang seperti itu?. Ini benar-benar membuatku penasaran," kata Al-Atabi. "Barangkali kami sedang diajari sesuatu. Mendapat wanita sepertiku, suamiku akan bersyukur. Dan mendapatkan suami sepertinya, aku akan bersabar. Bukankah orang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga?. Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?". Al-Atabi meninggalkan wanita itu dengan penuh kekaguman.
Buku Untuk Dibaca oleh Erick Namara
Serius Nih Mau Bareng Sampai Ke Syurga?
Tulisan ini adalah review dari sharing online ASA Indonesia @asaindonesia bersama kang Ikhsanul Kamil (Kang Canun) dengan judul “Pentingnya Pendidikan Pranikah Sejak Dini”
Hallo, teman-teman! Apa sih yang ada di benak kalian ketika mendengar kata pernikahan? Kalau menurut saya pribadi, pernikahan adalah kolaborasi, yaitu kolaborasi antara suami dan isteri untuk melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk banyak orang. Kalau menurut kalian, apa sih? Pasti jawabannya banyak, ya! Ada berbagi, ibadah, tanggungjawab, perjuangan, pembelajaran, daaaan masih banyak lagi! Bahkan ada juga lho yang menganggap kalau pernikahan sebagai shortcut untuk mencari kebahagiaan.
Di tengah berbagai masalah di usia-usia quarter life ini, tidak sedikit orang-orang muda yang berpikir bahwa menikah adalah untuk menjemput bahagia. Seperti kisah Snow White yang hidup menderita kemudian ia melihat pernikahan sebagai pintu menuju kebahagiaan abadi. Ya, kebahagiaan dianggap sebagai kehidupan putri dan raja yang happily ever after.
Mungkinkah jika setelah menikah tema hidup kita hanyalah tentang bahagia? Hey hey, let’s think about this! Apakah ketika menikah kelak kita akan menikah dengan orang yang memiliki isi kepala yang sama dengan kita? Bagaimana dengan pola pikir, kebiasaan, tingkah laku, dan yang lainnya? Pasti berbeda dan perbedaan itu sedikit banyak pasti menimbulkan konflik. So, pernikahan harmonis itu bukanlah pernikahan yang di dalamnya tidak ada konflik sama sekali, tapi adalah pernikahan yang di dalamnya ada konflik namun suami dan isteri mampu me-manage perbedaan yang ada. Oleh karena itu, yang terpenting bukan menikah muda atau menikah tua, tapi menikah dewasa.
Data dari Kementerian Agama di tahun 2015 menyebutkan bahwa 1 dari 5 pernikahan berakhir dengan perceraian. Tentang ini, Kang Canun bercerita, katanya, “Selama 4 tahun saya berprofesi sebagai konselor pernikahan, saya menemukan, ketika memutuskan menikah untuk bahagia justru banyak pasangan suami isteri yang tidak bahagia. Mengapa? Karena pada faktanya, mereka tidak siap dengan konflik yang timbul. Hatinya hanya berharap tampungan kebahagiaan tapi tidak menyisakan ruang di hatinya untuk kecewa.”
Ternyata, memang ada jodoh yang hanya di dunia saja tapi tidak sampai ke akhirat karena pernikahannya berakhir dengan perceraian. Ada yang masa jodohnya hanya 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun, bahkan ada juga yang hanya 1 minggu. Kita sepakat ya kalau jodoh tipe 1 ini, yang hanya di dunia saja, bukanlah jodoh yang kita harapkan. Semoga kita dan pasangan nanti tidak termasuk di dalamnya. Aamiin.
Lalu, ada jodoh tipe kedua, yaitu yang selalu bersama di dunia tapi tidak sampai ke akhirat. Lha, kok bisa sih kayak gitu? Kalau kita lihat data dari Kementerian Agama tadi, memang ada 4 yang tidak bercerai, tapi apakah bisa dipastikan jika pernikahannya harmonis? Banyak juga pernikahan yang diwarnai dengan perselingkuhan, perselisihan atau bahkan saling cuek satu sama lain. Misalnya, suami, isteri dan anak berada dalam satu meja, tapi suami sibuk main games, isteri sibuk dengan sosial media, anak-anaknya sibuk dengan mainan. They live in the same house, but they are homeless.
Apa yang terjadi jika keluarga yang tinggal dalam satu rumah mengalami homeless? Suami akan mencari ‘home’ yang lain di luar sana, bisa dengan berlama-lama di pos ronda, sering lembur terus atau bahkan mencari wanita idaman lain. Isteri juga akan mencari ‘home’ di luar, bentuk paling bahaya adalah jika ia menjalin hubungan juga dengan laki-laki lain di luar. Bagaimana dengan anak-anak? Mereka juga pasti mendapat dampaknya, mereka bisa menjadi anak-anak yang BLAST (bored, lonely, afraid-angry, stress and tired). Padahal …
Pernikahan yang harmonis adalah warisan terindah yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita kelak.
Hmm, jodoh tipe kedua ini juga bukan tipe kita yaa. Tuh kan, mulai terasa kan kalau menikah itu memang perlu ilmu? Yuk lanjut lagi.
Ada juga jodoh tipe 3, yaitu yang di dunianya kompak, harmonis dan dipertemukan di akhirat, tapi sayang berakhirnya di neraka. Eh, kenapa sih? Kisah pernikahan seperti ini sudah ada contohnya di Al-Qur’an, yaitu kisah Abu Lahab dan Ummu Jamil. Mereka sangat kompak dan harmonis dalam membully Rasulullah dan menentang kebenaran. Dengan ending yang menyeramkan seperti kisah mereka, kita tidak ingin menjadi tipe ketiga ini, kan? Ya iyalaaaaah … Tentu saja!
After all, ada lho jodoh tipe 4, tipe kita bersama, yaitu jodoh di dunia yang begitu harmonis dan kompak lalu dikumpulkan di akhirat dan dimasukkan ke syurga. Tapi, tunggu tunggu, jangan senang dulu! Sebab, jodoh dunia akhirat itu tidak tiba-tiba datang dari langit, perlu dibentuk dan diperjuangkan. Bagaimana caranya?
Pondasi dasarnya adalah tentang niat. Mungkin ini terdengar klise, tapi niat inilah yang mempengaruhi segalanya. Niat itu seperti surat, salah tulis alamat yaudah deh sampainya juga salah. Ada orang yang berucap nikah karena ibadah, tapi dalam hatinya ia ingin menikah karena bosan hidup sendiri, ingin kabur dari rumah dan mencari bahagia. Apa yang riskan dari masalah niat ini? Nih ya coba pikirin deh, ketika menikah karena bosan hidup sendiri, akhirnya iya sih ada yang menemani, tapi akan kecewa ketika mulai ada kondisi LDR karena misalnya dinas di luar kota atau studi di luar negeri. Pada intinya, ketika berbicara tentang niat, ini tentu bukan hal klise dan ‘gitu doang’, tapi memang pondasi dari semuanya yang perlu melibatkan suara hati.
Terus terus, menikah karena ibadah itu memangnya yang kayak gimana, sih?
Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa dalam pernikahan dan kehidupan akan selalu ada dua titik ekstrim, yaitu kebahagiaan dan ketidakbahagiaan. Hidup memang begitu kan ya, ada sedih, senang, tawa, tangis, lapang, sempit, sakit, sehat, dan lain-lain. Apa yang salah dengan siklus-siklus hidup ini? Semuanya alamiah, kan? Ketika menikah, siklus-siklus ini bisa dirasakan dua kali lipat: kebahagiaan bertambah tapi kesedihan juga bertambah, hak bertambah tapi kewajiban juga bertambah. Ini menarik dan menantang, sebab kehidupan memang akan seperti roller coaster. Up and down, syuuuuu!
Menikah untuk ibadah adalah ketika kita mengejar barokah. Apakah itu? Barokah adalah bertambahnya kebaikan di setiap kondisi. Ketika bertengkar dengan pasangan, memang tidak nyaman, tapi bisa jadi barokah ketika kita mampu bijak melihat pembelajarannya. Ketika hal-hal menyenangkan terjadi, justru membuat semakin harmonis. Well, this is barokah. So, menikah untuk ibadah berarti kesiapan hati untuk menerima semua takdir-Nya dan kerelaan hati untuk melakukan yang terbaik dari apapun yang ditakdirkan-Nya.
Serius nih mau bareng sama pasangan sampai ke syurga? Kalau gitu, sebelum menikah, yuk perbaiki dan luruskan niat! Semoga Allah memudahkan kita untuk menundukkan nafsu, menyalakan logika dan menggunakan nurani. Sampai jumpa lagi di review-review selanjutnya! ;)
Apa khabar Tahajudmu? Dengar ustazah dekat tv cakap, solat sunat tahajud lebih baik dari solat sunat hajat. Sebab solat tahajud adalah apa yang Allah nak beri pada kita. Dan solat hajat adalah apa yang kita nak mintak dari Allah. Wallahualam. Aku tak mahu meminta lebih, buatlah apapun yang akan tetap mendekatkanku denganMu. Alhamdulillah. Terima kasih, Allah. Terima kasih semua yang tak jemu mendoakan dan menguatkan. Kalian yang terindah pernah aku miliki. Tetaplah disisi. Tetaplah tidak pergi. Semoga tahun ini akan ada yang menjadikan kita ‘tujuan'nya bukan hanya sekadar ‘pilihan’. I want to be that person
Pesan seorg ulama’: “Aku x jumpa solusi terbaik utk dekatkan diri dgn Allah melainkan melazimi tahajud & baca quran sebelum subuh.” (via rozizarina)
Seorang Zoomer adalah seorang Baby Boomer yang menolak menjadi tua (by Moses Znaimer).
18, apakah sebuah kebetulan? (at Bakrie Tower)
Tidak ada satu amalanpun yang lepas dari pengawasan Allah. Semoga di setiap aktifitas yang kita lakukan bernilai ibadah. Morning. #happyholiday (at Teluk Hijau)
i have a dream, i hope will come true... #vulcanosong thats the way i have too... next...
prepare to oat + strawberrymilk + manggo #behealthy